Hingga 25 Januari, Kadinsos Sebut 559 Korban Gempa Sulbar Mengungsi di Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Pasca gempa Mamuju dan Majene, Provinsi Sulawesi Barat berkekuatan 6,2 magnitudo, ribuan warga mengungsi ke beberapa Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, salah satunya di Kabupaten Jeneponto.

Sembilan hari pasca gempa, Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto mencatat sebanyak 559 orang korban gempa Sulbar yang mengungsi di Butta Turatea.

Data tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto, Nirmala Syuaib kepada terkini.id, Senin, 25 Januari 2021 di Kantor Bupati Jeneponto.

“Jadi hingga saat ini, Senin, 25 Januari 2021,  jumlah korban gempa Sulbar sudah 559 orang yang mengungsi di Jeneponto, jumlah pengungsi itu tersebar di 10 Kecamatan,” kata Nirmawa Syuaib.

Mungkin Anda menyukai ini:

Menurut Nirmala, 559 orang pengungsi merupakan anggota keluarga dari 146 KK, paling banyak mengungsi di Kecamatan Kelara Jeneponto.

Baca Juga: Hadiri Musrenbang Kecamatan Arungkeke, Legislator DPRD Jeneponto Tegaskan Hal Ini...

“Dari 10 kecamatan, di Kecamatan Kelara terbnayak, 334 orang pengunsi, di Bangkala Barat 2 orang, Bangkala 18 orang, Tamalatea 18 orang, Binamu 8 orang, Turatea 39 orang, Arungkeke 14 orang, Batang 60 orang dan Kecamatan Tarowang 66 orang,” jelas Nirmala.

Terkait dengan penanganan para pengungsi itu, Nirmala Syuaib mengaku bergerak menyapa para pengungsi yang mengungsi di 10 Kecamatan.

“Kita sudah bergerak sejak beberapa hari yang lalu, untuk menyapa para pengungsi dan sudah kita tangani dengan mendata, mensupport dengan bantuan dan berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan untuk memeriksa kesehatan para pengungsi,” ujarnya.

Baca Juga: Anggota DPRD Jeneponto Ungkap Jumlah Pokir 2021 di Dapil Binamu...

Diketahui, gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang Sulbar pada koordinat 2.98 LS dan 118.94 BT. Tepatnya, berada di darat pada jarak 6 km arah Timur Laut Majene dengan kedalaman 10 KM pada Jumat, 15 Januari 2021 lalu sekitar pukul 02.28 WITA.

Bagikan