HRS Ajak Hijrah ke Sistem Berbasis Tauhid, Netizen: Seruan Palsu yang Mengeksploitasi Islam

Habib Rizieq
Habib Rizieq Shihab (pakai masker)/ist

Terkini.id, Jakarta – Sejumlah netizen di media sosial menanggapi seruan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait revolusi akhlak. Seruan itu disampaikan Habib Rizieq dalam pidatonya saat dialog nasional 212 secara virtual.

Seruan revolusi akhlak Habib Rizieq salah satunya mengajak semua pihak meninggalkan sistem berbasis materialisme-sekularisme menuju sistem berbasis tauhid sebagaimana sila pertama Pancasila.

“Di level sistem ini kita harus melakukan revolusi akhlak dari sistem berbasis materialisme-sekulerisme ke sistem berbasis tauhid sesuai sila kesatu Pancasila,” ucap Habib Rizieq di acara dialog nasional 212 secara virtual, Rabu 2 Desember 2020.

Salah seorang netizen, Ruly Achdiat Santabraya menilai, seruan Habib Rizieq cenderung menjadi seruang yang mengeksploitasi umat Islam. Berikut tulisannya:

UNTUK BELIAU (YANG SEDANG SAKIT)

Menarik untuk Anda:

Ini adalah contoh seruan-seruan palsu mengeksploitasi umat Islam yang tak paham. Caranya melempar agitasi memberi contoh yang keliru terhadap situasi negeri saat ini. Harapannya, bagi umat Islam yang memang legitimate punya masalah ekonomi dan sosial akan terseret dalam arus eksploitasi agama.

Tujuan akhirnya menggalang dukungan dan menyerang pihak mana pun yang dianggap lawan. Memprovokasi pemerintah meminta perhatian agar mau meladeni kelompok mereka

Doa saya untuk beliau, 
1/ agar beliau kembali sadar bahwa dirinya hanya dijadikan pion dari elit politik yang sebenarnya tidak punya motivasi untuk “memperjuangkan kepentingan Islam”, bahkan tidak perduli sama sekali. Kelompok ini menggunakan beliau menangguk keuntungan dari agitasi yang mengeksploitasi Islam itu dalam berbagai cara
2/ agar berhenti membungkus tuntutan-tuntutan ekonomi dan politik dalam absolutisme identitas agama. Karena jelas bahwa masalah yang ada yang memang kompleks dan tidak sedikit adalah bukan masalah identitas agama
3/ agar mau menasihati kelompok oportunis ini untuk berkompetisi dalam koridor demokrasi yang sehat. Jangan seperti anak kecil. Jika mereka menolak maka tinggalkan untuk mencegah mudharat yang lebih besar
4/ agar beliau diberi kesehatan, kesembuhan dan kemudian kembali ke track dakwah yang lebih mulia sesuai yang dicontohkan oleh pendahulu pendahulunya. Dan kemudian tidak dikenang sebagai ulama yang memecah belah negeri yang indah ini. Naudzubillah Min Dzalik 
5/ agar menghadirkan perilaku dan akhlak Rasulullah yang dalam dakwahnya mengajak untuk menebar kasih sayang sesama umat manusia. Juga menjadi teladan memberi contoh paling depan bagaimana berperilaku sehat sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Hingga orang orang yang awam yang tidak paham al Quran bisa mencontoh perilaku agung Kanjeng Rasul. Bukan hanya dalam ucapan tapi juga perilaku.
Semoga Allah mengabulkan permintaan ini. 

Seruan Habib Rizieq

Seperti diketahui, dalam seruannya, Habib Rizieq mengungkapkan, menggunakan sistem di luar Ketuhanan yang Maha Esa (YME) atau tauhid adalah tidak tepat. Karenanya, Habib Rizieq mengajak semua pihak berhijrah ke sistem berbasis tauhid.

“Revolusi akhlak kita bersama-sama menggandeng elemen bangsa kita hijrah dari sistem materialisme-sekularisme ke sistem berbasis tauhid sila pertama Pancasila,” tambahnya dikutip dari vivanews.

Revolusi akhlak dalam level sistem harus dilakukan secara serius, fokus dan cepat. Pasalnya, menurut Habib Rizieq situasi saat ini sudah masuk kedaruratan, di antaranya dalam sektor penegakkan hukum. Ia menyebut penegakkan hukum saat ini tidak beradab, penuh rekayasa, dan sarat penyiksaan. Penegakkan hukum saat ini juga hanya tajam ke pihak yang kritis.

“Jadi jangan ada penegakkan hukum ibarat pisau yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas karena diskriminasi hukum sangat berbahaya sekali bagi keberlangsungan bangsa. Ayo kita hijrah dari penegakan hukum yang tidak beradab ke penegakan hukum yang berkeadilan. Ingat, Indonesia negara hukum bukan negara kekuasaan,” tandas dia.

Habib Rizieq mengatakan, revolusi akhlak pada level sistem juga harus merubah politik belah bambu dan adu domba menjadi politik persatuan. Dengan demikian tidak ada lagi tebang pilih dan perlakuan berbeda terhadap pihak-pihak yang hidup di NKRI.

Sementara itu, Habib Rizeiq mengatakan revolusi akhlak pada level individu mensyaratkan adanya perubahan dari perilaku buruk menjadi baik. Semisal perilaku khianat atau pembohong menjadi amanah atau jujur. Kemudian, perilaku koruptif menjadi nonkoruptif. Lalu perilaku maksiat harus ditinggalkan.

“Itu harus masuk di seluruh masyarakat, melalui dakwah, seruan, nasihat, diskusi, melalui tulisan dan rekaman, kita ajak semua dengan dakwah,” tutupnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Jokowi Lantik Kapolri Listyo, Denny Siregar: Indonesia Sudah Tidak Terpengaruh Isu Agama Untuk Jabatan Publik

Sering Padat Pengunjung, Rutan Kelas I Makassar Optimalkan Layanan Drive THRU

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar