HWDI Hadir Sebagai Organisasi Sosial Masyarakat Penyandang Disabilitas dan Kesetaraan Gender

Terkini.id, Makassar-Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) yang sebelumnya dikenal dengan nama Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia (HWPCI).

Secara Nasional HWDI didirikan pada tanggal 9 September 1997. Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia (HWPCI) adalah organisasi sosial masyarakat penyandang disabilitas yang pengurus dan anggotanya terdiri dari perempuan dari berbagai jenis disabilitas yaitu tuna daksa, tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, dan orangtua dari penyandang disabilitas anak.

HWPCI didirikan pada tanggal 9 September 1997 di Jakarta. Lahirnya HWPCI sebagai sebagai jawaban atas tuntutan global pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas.

Dituliskan Ketua HWDI Provinsi Sulawesi Selatan Maria Un kepada media, HWPCI didirikan untuk mengakomodir para perempun disabilitas yang merasa partisipasi mereka secara sejajar dengan organisasi penyandang disabilitas umun yang masih berjalan lambat.

Dari keterangan tertulisnya, basecamp HWDI Sulsel di Kompleks Maizonet. Jalan Melati I No. 3 Makassar.

“kehadiran HWDI merupakan moment strategis untuk menjawab perkembangan pergerakan perempuan disabilitas secara global dengan memastikan isu perempuan disabilitas dan kesetaraan gender bagi perempuan disabilitas itu tidak terlupakan dalam setiap pergerakan yang dilakukan oleh organisasi penyandang disabilitas pada umumnya maupun organisasi perempuan di Indonesia,” tutur Maria Un. Senin 28 Oktober 2019.

Secara ekslusif, tujuan pendirian HWPCI pada awalnya adalah untuk meningkatkan peran wanita penyandang disabilitas, meningkatkan sumber daya manusia wanita penyandang disabilitas, mencari pemecahan masalah-masalah yang dihadapi wanita penyandang disabilitas dalam berbagai aspek.

Namun dalam perjalanannya, HWDI secara nasional telah banyak berperan aktif di dalam berbagai perjuangan pelindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas utamanya perempuan di Indonesia terutama di bidang penyediaan aksesibilitas fisik, bidang hukum dan perundang-undangan serta memperjuangkan hak politik penyandang disabilitas yang memang selama ini sangat terabaikan.

“HWDI juga merupakan organisasi yang berperan secara aktif dalam mendesak pemerintah Indonesia untuk meratifikasi Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) dan juga menjadi anggota Kelompok Kerja Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dan hal ini tentunya sejalan dengan tiga pilar perjuangan HWDI sebagai organisasi sosial masyarakat penyandang disabilitas yaitu : Advokasi, Gender, Pemberdayaan Penyandang Disabilitas, dan Pelayanan,” terang Maria Un.

Empat pilar perjuangan HWDI menjadi panduan dan dasar bagi HWDI provinsi Sulawesi Selatan dalam menjalankan perannya di daerah sebagai cabang dari Nasional.

Visi HWDI Provinsi Sulawesi Selatan, Menghimpun, mempersatukan dan memberdayakan para perempuan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia untuk bersama sama mengadvokasi dan memperjuangkan hak hak perempuan penyandang disabilitas.

HWDI memiliki Misi, Memupuk rasa kekeluargaan dan solidaritas, Menjujung tinggi harkat dan martabat perempuan penyandang disabilitas.

Mengupayakan terwujudnya kesejahteraan sosial perempuan penyandang disabilitas.

Memasyarakatkan dan mengupayakan terlaksananya peraturan perundang undangan yang berkaitan dengan penyandang disabilitas dan perempuan penyandang disabilitas terutama UU No. 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas dan UU No.19 tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD).

Mengimplementasikan agenda Dasawarsa Penyandang Disabilitas ASEAN, Incheon Strategy dan Rencana Aksi Nasional (RAN) HAM.

Saat ini HWDI Sulawesi Selatan memiliki Cabang di sembilan Kabupaten/Kota dari 24 Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Selatan yaitu Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Jeneponto, Pinrang, Maros, Kota Parepare, Bone, Sidrap, Kota Palopo, dan Kabupaten Luwu Utara.

Kendala utama dalam pembentukan HWDI di kabupaten/kota adalah masih kurangnya penyandang disabilitas perempuan yang memiliki kemampuan dan rasa percaya diri untuk menjadi pemimpin dalam organisasi.

Pengurus Himpunan Wanita Penyandang Disabilitas (HWDI) Sulawesi Selatan terdiri atas tuna netra, tuna daksa, tuna rungu dan orangtua dari penyandang disabilitas anak.

Struktur kepengurusan terdiri dari Pengurus Inti dan Bidang-Bidang. Pengurus dari Ketua dan Wakil, Sekretaris dan Wakil, serta Bendahara dan Wakil.

Berita Terkait
Komentar
Terkini