Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia Ciptakan Iklim Pengaderan yang Sehat

Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia Ciptakan Iklim Pengaderan yang Sehat

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia, Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin (IMSI KMFIB-UH) terus berusaha menciptakan iklim pengaderan yang sehat. 

Berangkat dari pemahaman bahwa pengaderan merupakan sebuah proses pembentukan karakter dan kepribadian seseorang, IMSI KMFIB-UH berupaya membuat konsep pengaderan yang tidak bercerai daripada esensi pengaderan itu sendiri.

Orientasi Awal Mahasiswa Sastra Indonesia (Orasi) merupakan kegiatan penerimaan mahasiswa baru yang diadakan mulai 25-27 Maret 2022 dengan jargon “Akulturasi Cipta, Rasa, Karya, dan Karsa”. 

Selain akronim, Orasi juga dimaknai sebagai “seni memikat lawan dengan kata-kata”. Istilah Orasi sendiri tidak lepas dari kata kader, pengaderan, atau kaderisasi. Dengan kata lain, Orasi mengacu pada proses perekrutan mahasiswa baru IMSI KMFIB-UH. 

“Bicara soal Orasi itu adalah hal yang baru di IMSI, dalam hal ini nama kegiatannya, tetapi dari segi model tidak jauh berbeda dari model pengaderan sebelumnya,” tutur Abdul Muqadim Rizal, Ketua IMSI KMFIB-UH, 24 Maret 2022.

Menurut Adim-sapanya, yang membedakan Orasi dengan pengaderan biasanya terletak pada pengorientasian mahasiswa terhadap lingkungan kampus dan kegiatan-kegiatan kampus dengan menitikberatkan mahasiswa di samping menuntut ilmu, juga turut hadir perannya dalam lingkungan masyarakat. 

Orasi diharapkan menjadi kegiatan yang membantu mahasiswa mengorientasikan ilmunya dalam kehidupan sosial. 

Terlepas dari stigma yang masih melekat di masyarakat tentang pengaderan, bahwa pengaderan tidak lain hanyalah pembodohan yang nyata, penyiksaan, dan semacamnya, IMSI tetap menjaga proses pengaderan tetap pada marwahnya. 

Orasi terdiri dari tiga rangkaian kegiatan. Pertama tahap prabaksos-penelitian, pada tahapan ini mahasiswa diberikan instruksi yang akan mereka lakukan ketika baksos dan penelitian nanti. 

Mahasiswa baru juga mendapatkan bekal berupa materi seputar kepenulisan, kebudayaan, wawancara, dan penelitian. Diharapkan bekal ini akan membatu mahasiswa saat terjun ke lapangan nantinya. 

Baksos dan penelitian merupakan midle-line dari kegiatan Orasi di mana mahasiswa akan melakukan kunjungan ke sebuah desa wisata yang bertempat di dataran tinggi Dusun Baru, Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. 

Desa Bonto Manurung menjadi lokasi terpilih tentu dengan berbagai pertimbangan. Kemudian, tahap terakhir yaitu pemaparan. Pada tahapan ini mahasiswa akan memaparkan output dan laporan perjalanan yang ditugaskan kepada mahasiswa sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka mengikuti kegiatan Orasi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.