Ikut Digifest 2020, Simak Cerita Komunitas Kopi Binaan BI Soal QRIS

Festival Kopi ramaikan Digifest 2020

Terkini.id, Makassar – Komunitas Kopi binaan Bank Indonesia (BI) se-Kawasan Timur Indonesia berkumpul dan menawarkan produknya di Celebes Convention Center (CCC), Makassar.

Hal itu merespons undangan BI Sulsel untuk memperkenalkan secara luas sistem Quick Response Indonesia Standard (QRIS) pada pagelaran Digital Festival (Digifest) 2020.

Barista kopi Luak Malino, Said, menilai penggunaan QRIS sebagai transaksi pembayaran elekronik memiliki keunggulan sehingga memberi kemudahan saat trasaksi.

Ia mengatakan transaksi pembayaran menjadi lebih cepat sehingga mengurangi antrian.

Selain itu, dia menyebut saat mengunakan QRIS sebagai alat pembayaran, pengunjung tak perlu lagi menggunakan uang tunai. Sebagai binaan BI Sulsel, Kedai Kopi Luak Malino menyediakan jaringan kepada pengunjug yang bakal menggunakan pembayaran non tunai.

Menarik untuk Anda:

“Di Malino penggunaan QRIS sudah bisa digunakan. Kami menyediakan jaringan saat transaksi,” kata Said, Minggu, 12 Januari 2020.

Pada kesempatan tersebut, Said menjelaskan bahwa kopi luak mampu mengurangi kandungan kafein dan pahit kopi melalui fermentasi.
kafein, kata dia, bisa berkurang sampai 70 persen sehingga aman bagi lambung.

“Bisa dikomsumsi sebelum makan. Nominal 100 gram hanya 200 ribu, dan 50 gram hanya 100 ribu,” ungkapnya.

Sementara, Ade Sri Rahayu menjajakan prodak kopi leluhur dari Toraja. Dia menjadi binaan BI Sulsel sejak 2019. Sri, sapaanya, mengatakan keuntungan mengunkan QRIS antara lain, lebih cepat, lebih ringan, dan cerdas.

“Orang tak mesti lagi tukar uang,” kata dia.

Di Toraja, kata dia, potensi terapkan QRIS secara luas sangat memungkinkan lantaran fasilitas internet sudah memadai.

Lain lagi dengan Bane, pemilik Two Americanos yang sejak lama jatuh cinta dengan produk kopi Indonesia. Pria kelahiran Amerika tersebut mengaku tak memiliki tempat berjualan sehingga pengunjung yang tertarik dengan dengan kopi racikannya bisa menghubungi melalui WhatsApp.

“Kami yang mendatangi pelanggan. Produk Two Americanos hanya dibuat di Indonesia,” kata Bane.

Bane berpendapat bahwa QRIS memberi kemudahan bagi dirinya. Ia mengatakatan tak melihat ada kendala saat sistem tersebut diterapkan sebagai alat transaksi.

“Tak ada kendala, sisa scan,” urainya.

Pemilik kedai Minasa Koya, binaan BI Sultra, juga memamerkan hasil produknya pada Digifest 2020. Ari mengatakan yang menarik produk Minahasa Koya lantaran memiliki rasa gula aren yang tak dimiliki kopi lain.

“Harga Rp120 ribu per 200 gram menggunakan transaksi pembayaran QRIS, bisa langsung infut sendiri. Sangat mudah dan simpel,” cetusnya.

Dia mengaku sudah menggunakan transaksi elektronik (OVO) sejak 2017. Menurut dia, peluang transaksi menggunakan QRIS lebih memudahkan customer.

“Kalau tidak punya aplikasi kita beri edukasi,” paparnya.

Kedai Minasa Koya berlokasi di Tomohon, Sulawesi Utara. Dia menyebut sudah sering kali kedatangan pelanggan yang menggunakan transaksi elektronik.

Hal itu, kata dia, dukungan jaringan serta masyarakat yang melek teknologi cukup tinggi.

Sementara, Wawan, Barista Excelso mengaku baru menggunakan QRIS saat mengikuti Digifest 2020. Sebelumnya, kata Wawan, transaksi elektonik yang digunakan adalah Gopay dan linkAja.

Wawan menilai penggunaan QRIS lebih mudah lantaran berlaku untuk semua jenis transaksi elektonik.

“Lebih bagus karena semua jenis pembayaran bisa melalui QRIS,” paparnya.

Lain cerita dengan Ana, perempuan asal NTT yang mengelola kopi Arabica Flores Bajawa. Dia menuturkan bahwa Flores Bajawa diproduksi pada ketinggian 1000-15000 dari permukaan laut sehingga memiliki aromanya khas.

“Punya karakter, dibawa ke mana saja bisa ketahuan,” paparnya.

Dia mengaku, Flores Bajawa telah menjadi binaan BI sejak 2017 dan menggunakan transaksi QRIS sudah dua bulan. Hanya saja, kata dia, di daerah asalnya jaringan belum stabil.

“Di Flores masih sedikit yang menggunakan transaksi elektronik. Kalau pakai transaksi QRIS tiga hari baru masuk rekening,” cetusnya.

Sekadar informasi, QRIS merupakan satu terobosan BI dalam merespons perkembangan era digital yang semakin canggih lantaran mempengaruhi perilaku masyarakat.

Era digital juga menandai aktivitas masyarakat yang serba terukur dan cepat. Lahirnya QRIS sebagai satu sistem pembayaran elektronik sebagai upaya untuk menjawab tantangan zaman.

Penerapan QRIS secara luas membutuhkan setidaknya dua hal, jaringan yang memadai dan sosialisasi literasi digital yang masif kepada masyarakat.

Sosialisasi dan edukasi menjadi penting untuk mengobati trauma masyarakat yang seringkali menjadi korban penipuan saat bersentuhan dengan transaksi elektronik.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Perkuat Kolaborasi, Astra dan PermataBank Capai Tahap Baru Dalam Kemitraan Bisnis

Mau dapat Smartwatch Kece? Buruan Service di AHASS Aja

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar