Ikuti Ajang POSKI II di Sidrap, UIM Turunkan 41 Kontingen Mahasiswa

POSKI
Ikuti Ajang POSKI II di Sidrap, UIM Turunkan 41 Kontingen Mahasiswa

Terkini.id, Makassar – Universitas Islam Makassar (UIM) kembali akan menurunkan mahasiswanya untuk berkompetisi di tingkat regional.

Kompetisi tersebut adalah Pekan Olahraga, Seni dan Kegiatan Ilmiah (POSKI) II tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dalam lingkup Kopertais Wilayah VIII yang meliputi perguruan tinggi Sulawesi, Maluku dan Papua.

Sebanyak 41 mahasiswa dan 13 Official yang berasal dari Fakultas Agama Islam (FAI) akan mewakili kontingen UIM pada kegiatan yang digelar tanggal 8-13 Juli 2019, mendatang, di Kabupaten Sidrap, Sulsel.

Hal tersebut diungkapkan Fihris Khalik selaku Ketua Kontingen UIM saat ditemui pada Senin, 8 Juli 2019, di lokasi acara. Kontingen UIM, kata dia, akan mengikuti beberapa kategori lomba yang dipusatkan di STAI DDI Sidrap.

“41 mahasiswa UIM akan mengikuti beberapa kategori lomba, di antaranya lomba debat ilmiah tiga bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia), Pencak Silat, Takraw, Volly, dan Bulutangkis,” ujar Fihris.

Menarik untuk Anda:

“Selain itu lomba pidato tiga bahasa, musabaqah hifdzil qur’an dan lomba menyanyi,” tambahnya.

Untuk kegiatan POSKI ini, pihaknya telah melakukan persiapan selama satu bulan terakhir.

‘Semoga anak-anak kami bisa bertanding dengan sportif dan menjadi juara” harap Fihris yang juga Wakil Dekan I FAI UIM.

Harapan Rektor UIM

Sebelumnya, Rektor UIM Dr A Majdah M Zain didampingi Wakil Rektor dan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI)UIM melepas kontingen UIM untuk berlaga di ajang POSKI ke-II pada Sabtu, 6 Juli 2019, di Pelataran FAI UIM.

Majdah berharap kontingen UIM bisa mengharumkan nama baik kampus dan menjadi juara di ajang tersebut.

Citizen Reporter: Muh. Nur (Humas FKIP UIM)

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kepala LLDikti Bilang Kampus UIM Ikon Baru Makassar

Ciptakan Kader Penerus Roda Lembaga, LPM Estetika FBS UNM Diklat Jurnalistik Daring

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar