Terkini.id, Makassar-BDLHK Makassar melaksanakan Bimtek penulisan populer dan reportase selama 2 (dua) hari. Senin s/d Selasa, 24 – 25 Agustus 2020.
Bimtek tersebut dihadiri Drs. Ahmad Syihabi, Guru Madya dan Wakasek SMK Kehutanan Negeri Makassar sekaligus humasnya SMK Kehutanan Negeri Makassar begitu antusias mengikuti bimtek ini.
Dalam kesempatan tersebut, Drs. Ahmad Syihabi yang tercatat sebagai Guru Madya, Wakasek dan Humas SMKKN Makassar mengatakan, pelatihan ini membuat dirinya terpacu dan terpicu pasti bisa menulis (popular) lebih baik lagi.
“Semangat untuk meningkatkan kemampuan menulis itu salah satunya terpacu dari sambutan Kepala BDLHK Makassar, Dr. Edi Sulistiyo saat acara pembukaan bintek yang menargetkan kepada peserta minimal 5 % dari kemampuan menulis,” kata Ahmad Syihabi.
Sebagai pemateri tunggal, Tami pada kegiatan bimbingan teknik tersebut menularkan ilmunya untuk diserap dan dimiliki oleh peserta.
- FAO Akui Keunggulan Pangan Indonesia: Stok Beras Melimpah dan Siap Ekspor
- Studium Generale di Unismuh, Wamendiktisaintek Tekankan Mutu, Akses, dan Relevansi
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
“Tami memang dibanggakan Kepala BDLHK Makassar dalam kemampuannya menulis (popular). Tami yang bernama lengkap Swany Utami Dewi, S.Sos, MA selain memiliki banyak tulisan popular di lingkungan Kementerian LHK maupun di instansi lainnya, juga sebagai Pegiat Aksi Literasi,” ungkap Ahmad Syihabi dalam bimtek.
Lebih lanjut Syihabi menambahkan, dua tulisan bu Tami yang terbaru sangat menginspirasi saya pasti bisa menulis adalah yang berjudul “Marilah Selalu Menulis” dan “Colliq Pujie: Perempuan Kebanggaan Bugis”.
“Inspirasi yang bisa diambil dari tulisan pertama bu Tami “Marilah Selalu Menulis” tersebut di atas, karena dimulai menulis dari ide-ide yang sederhana. Ide yang sederhana itu bisa dimulai dari tema memasak, berkebun di halaman, mencuci piring dan sebagainya. Kuncinya: teruslah berlatihlah. Tulisan tersebut enak dibaca, memotivasi untuk semangat menulis, dan menyajikan poin penting sebuah kegiatan webinar kompas yang diikutinya,” ujarnya lanjut.
Menariknya lagi dalam tulisan Tami juga mencantumkan kisah kemampuan anaknya yang masih duduk di bangku SMA dalam membuat tulisaan. Bahkan tulisan (cerpen) anaknya tersebut dimuat di media Koran Kompas. Seolah-olah yang ingin dikatakaan, bahwa anak tingkat SMA saja bisa mempuat tulisaan popular, apalagi kita yang sudah dewasa yang kaya pengalaman akan lebih bisa membuat tulisan.
Lebih jauh dikatakan, inspirasi yang bisa diambil dari tulisan kedua bu Tami adalah “Colliq Pujie: Perempuan Kebanggaan Bugis” karena mengangkat seorang sosok perempuan Bugis. Sosok perempuan dari Timur Indonesia sebagai pelaku sejarah panjang lebih 100 tahun yang lalu yang perlu diperhitungkan sebagaimana RA Kartini dan pahlawaan perempuan lainnya. Dalam tulisan itu mengajak kita berpikir, bahwa tulisan sejarah panjang dan tokoh perempuan itu bisa disajikan dan diangkat ke permukan dengan tulisan pendek, menarik serta mudah dipahami untuk diketahui masyarakat luas.
“Selain dua tulisan bu Tami diatas yang membuat saya pasti bisa menulis adalah banyaknya sumber ide dari berbagai kegiataan di tempat kerja saya di SMK Kehutanan Negeri Makassar. Kegiatan tersebut mulai dari Peneriman Peserta Didik Baru, Masa Orientasi Peserta Dididik Baru, Kegiataan pembelajaraan di kelas, Muatan Lokal, Ekstra kurukuler, Praktek Kerja Lapangan, Sekolah Adiwiata, hingga Acara Wisuda dan, malam rimbawanan. Saya sebagai guru dan wakil kepala sekolah bidang humas dalam tugas sehari-hari banyak sekali sumber ide untuk bahan tulisan yang perlu dipublikasikan ke masyaraakat melalui mediayang ada, baik offline maupun online,” terangnya kepada media. Rabu, 26 Agustus 2020.
Dari pengalaman membuat banyak pres realease di berbagai kegiatan di SMKKN Makassar telah dan dimuat berbagai media On Line. Dengan mengikuti Bimtek ini Syihabi yakin lebih bisa menulis. Selain inspirasi yang banyak dan menarik dari pemateri, juga dari hasil diskusi peserta bintek dari berbagai utusan dari UPT LHK di Sulsel ini.
“Inspirasi dari peserta tak kalah menariknya sebagai sumber ide dan banyak pengalamn yang bervariasi untuk dicermati. Latar belakang peserta mulai dari yang berprofesi sebagai guru, widyaiswara, peneliti, penyuluh, PEH (pengendali ekosistem hutan), dan lain-lainnya Itu semua membuat saya lebih yakin, bahwa lebih bisa menulis itu memang harus terus dibiasakan, sedikit dipaksa dan terus diperbaiki kualitas tulisannya,” kesan Syihabi dihadapan peserta Bimtek.
Perbaikan selain dari diri kita, juga perlu koreksi dari orang dekat sekitar kita. Saat kita menganggap menulis itu susah, kita bisa menulis banyak alasan, mengapa menulis itu susah?
Banyak argumentasi yang bisa kita ditulis, mengapa menulis itu susah? Demikian juga kalau kita menganggap menulis itu mudah, maka kita bisa menulis banyak alasan dan argumentasi, mengapa menulis itu mudah?
“Sehingga saya yakin bisa menulis (popular), karena saya bisa membuat banyak alasaan, mengapa menulis itu mudah?,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
