Terkini.id, Jakarta – Dampak dari Covid-19 masih menghantui berbagai perusahaan besar di Indonesia. Salah satunya adalah Bioskop CGV yang pada kuartal I-2022 ini masih mengalami kerugian sebesar Rp 50,5 miliar.
Namun, perusahaan telah melakukan perpanjangan fasilitas pinjaman PT Shinnhan Indonesia pada 5 Januari 2022 dengan fasilitas Rp 41 miliar untuk menangani dampak Covid-19.
Dari hasil pembukuan yang dilakukan oleh PT Graha Layar Tbk (BLTZ), ditemui bahwa terjadi penurunan rugi bersih jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Pada tahun lalu terjadi kerugian sebesar Rp 83,3 miliar, sedangkan pada tahun ini menurun menjadi Rp 50,5 miliar. Hal itu membuat pengelola bioskop CGV Cinemas tersebut belum mampu mencetak laba.
“Kondisi di atas berdampak pada modal kerja negatif dan rugi bersih masing-masing sebesar Rp 815 miliar dan Rp 51 miliar pada 31 Maret 2022. Kondisi ini mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak terpulihkan,” ungkap perusahaan, dikutip dari idntimes.com pada 2 Juni 2022.
Grup perusahaan mengungkapkan bahwa mereka telah mengikuti aturan pemerintah untuk mengatasi dampak Covid-19 dengan cara melakukan buka tutup bioskop. Tentunya hal tersebut berdampak pada aktivitas bisnis dan ekonomi perusahaan sejak awal 2020 terjadi penyebaran Covid-19.
Hal lain yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan untuk menangani dampak Covid-19 adalah mengendalikan biaya operasional yang cukup signifikan seperti sewa utilitas, biaya layanan dan biaya operasional.
“Selain itu, pemegang saham pengendali Grup secara tidak langsung, CJ CGV Co., Ltd., telah setuju untuk memberikan dukungan keuangan kepada Grup untuk memungkinkan Grup untuk memenuhi semua kewajiban keuangannya, dalam jangka waktu setidaknya 12 bulan dari tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini,” ungkap CGV.
Dari laporan keuangan BLTZ tercatat bahwa jumlah aset perusahaan mencapai Rp 2,3 triliun, liabilitas Rp 1,86 triliun, dan ekuitas Rp 481,2 miliar.
Kali ini dari hasil pembukuan CGV, ditemukan pendapatan bersih sebesar Rp 133,8 miliar pada kuartal I-2022 meningkat sebanyak 390,11 persen jika dibandingkan dengan kuartal I-2021 yang sebesar Rp 27,3 miliar.
Tentunya hasil pendapatan perusahaan tersebut berasal dari bisnis bioskop sebesar Rp 87,78 miliar, makanan dan minuman yang sebesar Rp 39,5 miliar, dan acara serta iklan sebesar Rp 6,5 miliar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
