Terkini.id, Jakarta – Jumlah kasus Corona varian Omicron di Indonesia kini sebanyak 414 kasus. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan meski gelombang Omicron naik cepat namun turunnya pun akan cepat.
“Pengalaman menunjukkan walaupun naiknya cepat, tapi gelombang Omicron ini juga turunnya pun cepat,” ujar Budi Gunadi, Senin 10 Januari 2022 dikutip dari laman detikcom.
Masyarakat diminta untuk tidak panik terkait adanya gelombang Omicron. Budi Gunadi memastikan pemerintah telah menyiapkan penanganan dengan baik.
“Kita akan menghadapi gelombang dari Omicron ini, tidak usah panik, kita sudah mempersiapkan diri dengan baik,” tutur Budi Gunadi dikutip dari laman detikcom.
Menurut Budi Gunadi, saat ini yang perlu dilakukan yaitu disiplin dalam menjalani protokol kesehatan (Prokes). Hingga memastikan proses percepatan vaksinasi kepada masyarakat.
- Kasus Omicron Merambak di Sulsel, Warga Takalar dari Maluku Pasien Pertama
- Alami Kenaikan Kasus Omicron, Jokowi Anjurkan Tidak ke Luar Negeri Beberapa Pekan ke Depan
- Pemerintah Tak Tutup Penerbangan Internasional Meski Kasus Omicron Terus Bertambah, Alasannya?
- Menkes Ungkap Kasus Omicron di Seluruh Dunia Naik dari 184 Ribu Menjadi 408 Ribu Dalam Sepekan
- Indonesia Tembus 136 Kasus Omicron, Jubir: 68 Pelaku Perjalanan Luar Negeri
“Sehingga yang penting jangan lupa jaga prokes disiplin melakukan surveilans dan yang terpenting percepat vaksinasi rekan – rekan kita, keluarga kita yang belum mendapatkan vaksinasi,” ujar Budi Gunadi dikutip dari laman detikcom.
Diketahui sebelumnya, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet tentang penanganan Covid – 19.
Jokowi meminta warga tak pergi ke luar negeri selama beberapa pekan ke depan.
Luhut juga mengungkap tren peningkatan kasus Covid – 19 di Indonesia disebabkan oleh pelaku perjalanan luar negeri.
“Tren peningkatan kasus Covid – 19 disebabkan oleh pelaku perjalanan luar negeri dan presiden secara spesifik menekankan ini tadi, untuk kita dianjurkan menahan diri dulu beberapa minggu ke depan untuk tidak ke luar negeri,” ujar Luhut dikutip dari laman detikcom.
Luhut mengatakan kasus Covid – 19 pelaku perjalanan luar negeri ini menyebabkan kenaikan kasus aktif di Indonesia. Selain itu, perawatan pasien di Jawa-Bali juga meningkat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
