Independen! Ketua Baru PBNU Gus Yahya Tidak Ingin NU Jadi Alat Politik, Termasuk PKB

Independen! Ketua Baru PBNU Gus Yahya Tidak Ingin NU Jadi Alat Politik, Termasuk PKB

R
Muhsin Hidayat
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru Yahya Cholil Staquf menegaskan NU tidak boleh jadi alat politik dari golongan tertentu.

Termasuk dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang terlahir dari punggawa-punggawa NU di masa lalu.

Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini menyebut NU dan PKB berjalan secara alamiah. Tetapi dia tak ingin menjadi kendaraan politik dari PKB kedepannya.

“Sekali lagi tidak boleh NU ini jadi alat dari PKB atau dikooptasi PKB,” ucap Gus Yahya Rabu 29 Desember 2021.

Namun jika kedepannya ada kader PKB yang mau bergabung ke PBNU, Gus Yahya akan menerima dengan tangan terbuka.

Baca Juga

Lebih lanjut saudara dari Ketua DPP PKB Yaqut Cholil Qoumas ini, berkeinginan untuk merangkul seluruh kader NU dari berbagai macam kelompok dan partai politik.

“Tidak boleh ada satu warna, semuanya harus mendapat kesempatan,” ucap Yahya dilansir dari rmol.id.

Sebagai tambahan, Gus Yahya terpilih menjadi Ketua Umum pada Muktamar NU yang ke-34 di Lampung pada 22-24 Desember 2021 yang lalu.

Pada saat itu Yahya berhasil mengalahkan saingannya yang merupakan ketua Umum sebelumnya, Said Aqil Siroj.

Diketahui di masa kepemimpinan Said selama periode 2010-2021, PKB terlihat sangat mesra dengan PBNU dalam urusan perpolitikan tanah air. Hingga memunculkan kritikan dari kalangan Nahdliyin yang menyebut PBNU sudah menjadi alat politik para politisi di PKB.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.