Indigo Terawang Pertanda Alam Akan Murka, Bumi Bergeser Hilangkan Sebagian Daerah di Jawa

Terkini.id, Jakarta – Bencana alam sering terjadi di Indonesia, sekaligus sebagai cobaan untuk umat manusia dan pertanda bahwa bumi sebagai pijakan sudah mulai menua.

Keserakahan manusia membuat bumi banyak berkorban sehingga seiring berjalannya waktu.

Tentunya bumi dan alam akan murka terhadap perilaku manusia tersebut.

Baca Juga: Terawangan Anak Indigo: Prabowo Subianto Diikuti Makhluk Astral, Raja Hutan

Hal tersebut juga diungkap oleh anak Indigo bernama Tigor Otadan.

Tigor menuturkan agar manusia lebih berhati-hati sebab kondisi alam saat ini semakin tak menentu.

Baca Juga: Ramalan Anak Indigo: Sumatera Waspada, Bencana Alam Besar Akan Terjadi

Dilansir dalam perbincangan tentang prediksi peristiwa alam di kanal Youtube Viper Kediri, Tigor menjelaskan akan ada bencana alam berupa pergeseran tanah di tahun 2021.

Dikutip dari terkini.id dalam kanal Youtube Viper Kediri yang diunggah pada 22 April 2021, Tigor tampak menjelaskan.

“Bumi ini kan tertata nanti akan bergeser, tanahnya maksud saya, kalo bisa jangan sampai terjadi,” ungkapnya, dikutip pada Senin, 17 Mei 2021.

Baca Juga: Ramalan Anak Indigo: Sumatera Waspada, Bencana Alam Besar Akan Terjadi

“Tapi kita tidak bisa memaksakan yang namanya alam kan, ya sudah mau dikasih gempa, mau dikasih tsunami hingga gunung meletus pun, saya bilang Merapi akan meletus,” sambungnya.

Atas ramalannya, Tigor meminta agar masyarakat lebih waspada tentang peristiwa alam yang menandakan alam murka mulai dari banyaknya fenomena gunung meletus.

“Nanti akan banyak gunung meletus terjadi di antara akhir tahun 2021 transisi ke 2021 hingga 4 sampai 5 dari gunung, lautan, getaran, dan api jadi satu, wilayahnya ada tapi hilang kayak yang dulu itu lapindo,” sambungnya.

“Letusan ini dan tsunami ini lebih keras daripada sebelumnya,” ujarnya.

“Kalau kita melihat ada potensi banjir, ya sudah bagaimana menyikapinya, kita harus mendiamkan saja atau ambil sikap, kalau ngeliat laut ada kayak tanah itu ada pohon-pohonnya itu hancur semua.” 

Menyikapi ramalan yang ia ungkap sendiri, Tigor berharap agar hal-hal tersebut tidak terjadi.

Menurutnya, masyarakat saat ini harusnya melakukan langkah antisipasi agar bencana yang diramalkan bisa timbul bisa dicari solusinya.

Tigor juga menjelaskan agar masyarakat memikirkan bagaimana menyelaraskan agar alam tidak marah sekaligus menuturkan bahwa segala ramalannya tersebut bisa dijadikan sebagai tanda.

Sehingga diharapkan manusia harus lebih hati-hati dan waspada ketika alam semesta murka karena keserakahan manusia bisa merusak dan membuat kita menyesal.

Bagikan