Indonesia Masuk Negara Level 1 Covid-19, Presiden Jokowi Malah Gelisah Sejak Dua Minggu Lalu

Indonesia Masuk Negara Level 1 Covid-19, Presiden Jokowi Malah Gelisah Sejak Dua Minggu Lalu

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Berkat pengendalian virus Covid -19 yang semakin membaik, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Sekita (AS) menurunkan level 1 (rendah untuk penularan covid) untuk Indonesia.

Warga AS kini dapat bepergian ke Indonesia. Meski begitu, melalui situsnya, CDC sangat merekomendasikan pelancong untuk divaksinasi lengkap sebelum bepergian ke Indonesia.

“Wisatawan harus mengikuti rekomendasi atau persyaratan di Indonesia, termasuk mengenakan masker dan menjaga jarak 2 meter (6 kaki) dari orang lain,” kata CDC.

Di mana menurutnya, pelancong yang sudah divaksinasi lengkap lebih kecil kemungkinannya untuk terpapar atau menyebarkan Covid-19.

“Namun, perjalanan internasional menimbulkan risiko tambahan, dan bahkan pelancong yang divaksinasi lengkap mungkin berisiko lebih tinggi untuk mendapatkan dan mungkin menyebarkan beberapa varian baru Covid-19,” tuturnya.

Baca Juga

Selain AS, Australia juga mulai mengizinkan warga negaranya untuk berkunjung ke Indonesia. Keputusan ini diambil setelah Negeri Kanguru menurunkan level nasihat perjalanan ke RI. Dikutip dari CNBC. Selasa, 9 November 2021.

Sedangkan dalam rilis terpisah dari situs Kementerian Luar Negeri Australia, perbatasan negara akan dibuka kembali secara bertahap mulai 1 November. Pemerintah Australia juga mengembalikan tingkat saran perjalanan khusus negara untuk 177 tujuan.

Perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air memang jauh lebih terkendali. Namun dalam beberapa hari terakhir, terjadi kenaikan kasus meskipun tidak dalam jumlah besar.

Hal ini membuat Presiden Jokowi gelisah. Sejak dua minggu lalu, Jokowi bahkan sudah meminta agar kepala daerah berhati-hati dan mewaspadai kenaikan kasus Covid-19 sekecil apapun di daerahnya.

“Meskipun kecil merangkak naik, tetap harus diwaspadai. Artinya apa? Kenaikan itu ada meskipun kecil,” pungkas Jokowi.

Lanjut “Oleh sebab itu, saya minta Gubernur, Pangdam, Kapolda mengingatkan kepada Bupati, Wali Kota, kepada Kapolres dan juga Dandim, Danrem agar tetap meningkatkan kewaspadaan, memperkuat tracing dan testing, dan juga tes betul-betul kontak eratnya dengan siapa,” katanya.

Pada pekan ini, Jokowi seakan tak pernah bosan mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meskipun trend kasus Covid-19 menurun.

Pesan tersebut disampaikan Jokowi usai memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri secara virtual di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan beberapa hari yang lalu.

Sementara, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa dalam ratas siang ini, beliau (Jokowi) sampaikan kita harus betul hati-hati.

Luhut mengatakan perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Bali memang mengalami penurunan. Namun, belajar dari pengalaman negara lain, masyarakat perlu berhati-hati.

“Belajar dari pengalaman negara Eropa yang mengalami kasus lonjakan harian cukup besar,” kata Luhut.

Pemerintah mencatat ada trend kenaikan kasus Covid-19 baik di pulau Jawa Bali maupun luar Jawa Bali. Catatan pemerintah, trend kenaikan terjadi di 155 wilayah.

“Ada sedikit peningkatan, ini indikasi awal untuk berhati-hati ada kabupaten kota di Jawa dan Bali ada di luar Jawa Bali ada 155 gejala kenaikan,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.