Indonesia Sehat Jiwa dan Satbrimob Sulsel Resmikan Pusat Layanan Kesehatan Mental di Makassar

Indonesia Sehat Jiwa dan Satbrimob Sulsel Resmikan Pusat Layanan Kesehatan Mental di Makassar

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Makassar – Upaya memperkuat layanan kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri di Indonesia Timur mulai diperluas melalui kolaborasi lintas sektor.

Indonesia Sehat Jiwa (ISJ) dari Yayasan Mahargijono Schützenberger Indonesia bersama Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sulawesi Selatan meresmikan pusat layanan dukungan kesehatan mental di Kota Makassar.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan pembukaan layanan konseling gratisPojok Curhat” di Klinik Teratai Satbrimob Polda Sulsel, yang dirangkaikan dengan psiko-edukasi anti-bullying, pelantikan Peer Buddy sebagai Duta Anti-Bullying di kalangan pelajar SD, SMP, dan SMA, serta kampanye edukasi kesehatan mental kepada masyarakat umum.

Indonesia Sehat Jiwa dan Satbrimob Sulsel Resmikan Pusat Layanan Kesehatan Mental di Makassar
Indonesia Sehat Jiwa dan Satbrimob Sulsel Resmikan Pusat Layanan Kesehatan Mental di Makassar

Program ini tidak hanya menyasar lingkungan pendidikan, tetapi juga memperkuat peran Brimob melalui pembentukan Peer Brimob, yakni dukungan teman sebaya yang ditujukan untuk membantu memberikan pendampingan konseling dasar kepada masyarakat.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana melalui kegiatan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) atau trauma healing.

Baca Juga

Beban Kesehatan Mental dan Perundungan Jadi Perhatian

Makassar sebagai salah satu kota metropolitan sekaligus pusat pendidikan di kawasan Indonesia Timur menghadapi dinamika sosial yang kompleks, termasuk persoalan kesehatan mental, kekerasan dan perundungan.

Berdasarkan data pelayanan medis yang dikutip dalam program tersebut, RSKD Dadi Sulawesi Selatan mencatat lebih dari 13.292 pasien gangguan jiwa.

Sementara itu, data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar menunjukkan laporan kasus kekerasan dan perundungan meningkat dari 520 kasus pada 2024 menjadi 1.222 kasus pada 2025.

Data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang disampaikan dalam kegiatan tersebut juga mencatat 2.112 kasus bunuh diri secara nasional sepanjang 2012–2023. Dari jumlah tersebut, 985 kasus melibatkan kelompok usia remaja.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.