Terkini.id, Jakarta – Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto bersama para Perwira Tinggi TNI tengah menyiapkan konsep strategis pertahanan Indonesia untuk jangka panjang.
Strategi itu dibentuk dengan tujuan agar Indonesia siap menghadapi perang asimetris yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
Saat ini penyusunan dokumen resmi strategis pertahanan negara sedang berada pada tahap perumusan.
Di dalam dokumen itu, akan dimuat strategi peperangan asimetris, dokumen strategis dan doktrin, serta postur pertahanan negara.
“Konsep sudah dan masih butuh pertimbangan lagi, butuh pematangan, diperinci apa yang perlu dipertajam,” kata Prabowo, dikutip dari Twitter @Kemhan_RI, Selasa 28 Desember 2021.
Lebih lanjut, Prabowo menghimbau kepada semua pihak agar keluar dari pemikiran seperti tidak akan terjadi perang di Indonesia, sebab ancaman perang bisa datang kapan saja.
“Orang bisa diganti, tapi proyeksi kita tetap berjalan. Kita keluar dari pikiran lama bahwa dalam waktu 30 tahun sampai 40 tahun Indonesia tidak akan terjadi perang,” lanjutnya.
Konsep Strategis Pertahananan itu dibuat oleh tim Pokja, ada 40 perwira yang terlibat dalam tim tersebut. Berasal dari matra TNI AD, AU dan AL serta Universitas Pertahanan.
Dilansir melalui asumsico, perang asimetris merupakan perang yang tidak m menggunakan senjata fisik konvensional, perang itu ditujukan untuk menyerang kondisi sosial, ekonomi budaya, serta politik. Misi dan senjata yang dipakai pun bermacam-macam.
Dewan Riset Nasional pernah menerbitkan buku berjudul Suatu Pemikiran tentang Perang Asimetris (Asymmetric Warfare) pada 2008 lalu.
Dijelaskan bahwa perang asimetris dikembangkan dari cara berpikir yang tidak lazim dan di luar aturan peperangan yang berlaku. Spektrum perang asimetris pun sangat luas. Tidak hanya di wilayah tertentu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
