Terkini.id, Jakarta – Ini alasan menabung di bank digemari kendati bunganya mini. Ada istilah lawas, muda menabung tua beruntung. Kalimat terbilang bijak itu yang dulu sering menjadi nasihat orang-orang tua dulu kepada anak-anak mereka, sepertinya tidak berlebihan guna menggambarkan betapa pentingnya menabung uang demi meraih masa depan yang lebih baik.
Sejatinya, dengan uang tabungan kita bisa memiliki dana untuk berbagai kebutuhan di masa mendatang. Sebut saja, dana pendidikan anak, membangun rumah hingga modal usaha.
Budaya menabung telah dilakukan masyarakat kita sejak zaman baheula. Pada masa Kerajaan Majapahit, tabungan dari tanah liat sangat populer dalam masyarakat. Menurut catatan di Museum Nasional, bentuk yang paling diminati adalah model celeng atau babi liar.
Tradisi itulah yang selanjutnya dikenal dengan menabung uang di celengan. Temuan tersebut membuktikan, masyarakat Indonesia, khususnya Jawa kuno, sudah mengenal tradisi menabung.
Saat ini, seperti dilansir dari kontan.co.id, Jumat 16 Juli 2021, seiring perkembangan zaman masyarakat sudah mulai meninggalkan tradisi menabung di celengan.
Dengan sejumlah alasan, masyarakat lebih memilih menyimpan uangnya di bank melalui produk tabungan. Menabung uang di bank lebih aman dari risiko uang dicuri atau hilang. Selain itu, dengan menjadi nasabah bank, nasabah juga dapat melakukan transaksi nontunai.
“Jadi mengurangi uang hilang dan tindak kejahatan,” terang Eko Endarto, perencana keuangan dari Finansia Consulting kepada wartawan di Jakarta.
Tidak cuma itu. Menabung di bank juga memberikan banyak kemudahan. Misalnya, saat nasabah memiliki keperluan mendadak, ia bisa menarik uang tabungannya di mana saja dan kapan saja.
Pasalnya, bank menyediakan fasilitas kartu debit untuk menarik uang dan bertransaksi lewat anjungan tunai mandiri (ATM), juga fasilitas mobile banking dan internet banking.
“Jadi, nasabah enggak perlu hitung-hitung uang di tempat saat melakukan transaksi, tinggal gesek untuk bayar atau mengambil uang. Kecil juga kemungkinan adanya uang palsu,” kata Eko.
Dengan sejumlah keunggulannya, minat masyarakat menyimpan uang di produk tabungan bank tetap tinggi kendati bunganya mini alias kecil. Apalagi, makin banyak jenis transaksi nontunai yang berkembang di dunia usaha. Alhasil, produk tabungan semakin menjadi kebutuhan.
Sementra itu, perencana keuangan dari OneShildt Financial Planning Mohamad Andoko mengungkapkan, dari sisi lifestyle belanja online sudah banyak menggunakan cara pembayaran secara transfer.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri getol menggenjot inklusi keuangan, yaitu dengan menerbitkan regulasi yang memudahkan semua kalangan mengakses layanan perbankan.
Kebanyakan nasabah pemula yang jadi sasaran OJK, diperkirakan berasal dari kalangan pelajar dan mereka yang ingin memanfaatkan layanan kredit dari bank, seperti kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor, dan kredit tanpa agunan.
Jika calon nasabah itu akan mengambil kredit dan belum membuka rekening di bank yang ditunjuk, maka mereka diwajibkan membuka rekening tabungan.
“Atau, jika seseorang ingin berinvestasi di saham, akan diminta membuka rekening dana secara terpisah,” imbuh Andoko.
Kendati bunganya kecil dan kalah jauh dengan laju inflasi, ia menyebut tabungan masih memiliki peran penting dalam perencanaan keuangan. Tidak cuma sebagai wadah menampung dana tunai, bank juga menyediakan banyak fasilitas bagi para penabung.
Dengan sejumlah keunggulannya, minat masyarakat menyimpan uang di produk tabungan bank tetap tinggi kendati bunganya mini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
