Terkini.id, Jakarta – Epidemolog beri penjelasan tentang gelombang Covid-19 varian Omicron, merespon fenomena antrean panjang vaksin booster.
Minggu, 6 Februari 2022, dilansir dari detik.com, antrean panjang terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Seorang epidemolog komentari fenomena tersebut adalah bagian dari gelombang Covid-19.
Antrean panjang tersebut bertujuan untuk mendapatkan suntikan vaksin booster. Seorang epidemolog bernama Dicky Budiman turut mengomentari fenomena tersebut.
Dicky Budiman menilai fenomena tersebut adalah hal yang wajar, hal seperti itu menjadi wajar saat gelombang Covid-19 sedang melonjak.
“Ini fenomena yang wajar ditemukan di banyak negara ketika kasus melonjak saat terjadi gelombang, antrean meningkat,” ujar Budiman.
Budiman juga menyampaikan penyebab yang melatarbelakangi fenomena tersebut, menurutnya pada awalnya sering terjadi keraguan pada masyarakat, hingga akhirnya keraguan itu hilang.
“Antrean itu meningkat karena penduduk yang tadinya ragu, mungkin dia tidak mau, setelah melihat fakta yang terjadi, menjadi lebih tergerak (melaksanakan vaksinasi),” ujar Budiman melanjutkan.
Budiman menilai dalam gelombang Covid-19 yang secara teori mengalami peningkatan dan penurunan kasus, biasanya terjadi antrean dadakan sebagaimana di Bekasi.
Budiman juga berpendapat bahwa Omicron tidak selemah yang disampaikan berbagai pihak beberapa hari lalu.
Budiman mengingatkan bahwa Omicron di Australia terbukti tidak lemah dan menyebabkan kematian.
“Nah ini terjadi bukan hanya di Indonesia, di Australia juga ketika Omicron ini terbukti tidak lemah, terbukti menyebabkan kematian,” ujar Budiman.
“Akhirnya banyak anak-anak menjadi korban karena orang tuanya enggak mau divaksin, akhirnya banyak meningkat,” lanjut Budiman.
Budiman juga menyarankan pemerintah untuk serius dalam mengambil langkah antisipasi dampak negatif dari gelombang Covid-19 varian Omicron.
“Ini memang harus diantisipasi, dan makin ke sana makin banyak antrean. Saya kira perlu ada respon lebih proaktif dari pemerintah dengan mendekatkan layanan ke Publik,” ujar Budiman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
