Ini Rekomendasi Rakernas Apeksi 2023 di Kota Makassar

Ini Rekomendasi Rakernas Apeksi 2023 di Kota Makassar

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar Dalam acara Rakernas Apeksi XVI 2023 dengan tema “Kota Kita Maju, Indonesia Kita Kuat”, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menyampaikan pesan kunci yang menggarisbawahi beberapa isu strategis yang perlu mendapatkan perhatian dalam pembangunan kota di Indonesia. Acara ini berlangsung mulai tanggal 10 hingga 14 Juli 2023.

 Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memaparkan hasil rekomendasi Rakernas Apeksi 2023. Ada tiga poin penting, antara lain, konsistensi pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah yang dapat mengakomodir keunggulan dan potensi setiap kota atau daerah. Hal ini menjadi fondasi yang kuat dalam mewujudkan visi “Indonesia Emas 2045”.

 Ia juga mengungkapkan perlunya peta jalan dan strategi yang dapat mengakomodasi peran serta kaum muda kreatif perkotaan dalam mencapai tujuan tersebut.

“Kami ingin menyerahkan gagasan dari seluruh kota-kota di Indonesia, ini kami kirimkan ke bapak Presiden Jokowi dan Menteri terkait, tapi kami kirimkan juga kepada calon pemimpin negeri,” kata Danny Pomanto, Jumat, 14 Juli 2023. 

Tak hanya itu, Moh Ramdhan Pomanto juga menyoroti masa transisi kepemimpinan nasional dan daerah yang memerlukan kejelasan dalam tata kelola yang komprehensif, termasuk regulasi, kelembagaan, dan pembiayaan. Dalam hal ini, ia mengusulkan beberapa rekomendasi konkret yang perlu ditindaklanjuti oleh menteri dan kepala lembaga terkait. 

Baca Juga

Beberapa rekomendasi dalam bidang regulasi termasuk mendorong kelengkapan aturan pelaksanaan dari Perpu UU Cipta Kerja dan UU HKPD (pajak, retribusi, dan Dana Bagi Hasil), serta mengkaji ulang pelaksanaan Perpres terkait RTH (Ruang Terbuka Hijau), jaminan kesehatan, dan lain-lain.

Selain itu, penguatan kelembagaan seperti Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Balai Latihan Kerja (BLK), Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan, dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) juga menjadi fokus penting dalam rekomendasi.

Dalam aspek fiskal, rekomendasi meliputi peninjauan ulang mandatory spending daerah yang tidak sesuai dengan postur APBD, penambahan alokasi dana transfer daerah, peninjauan ulang standar biaya perjalanan dinas, serta penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) dan penetapan besaran alokasi Dana Kelurahan secara eksplisit. Perlindungan hukum bagi inovasi dan pembiayaan alternatif oleh pemerintah kota juga menjadi sorotan.

Rekomendasi-rekomendasi tersebut akan disampaikan melalui surat dan audiensi kepada menteri dan kepala lembaga terkait, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN dan RB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Koperasi dan UMKM, serta Kementerian PPN/Bappenas.

Selain itu, para anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia juga memberikan aspirasi mereka dalam Rakernas tersebut. Berbagai komwil (komunitas wilayah) menyoroti isu-isu penting, seperti smart city, stunting, dana kelurahan, pengendalian inflasi, ASN honorer, dan lain-lain. Rekomendasi-rekomendasi ini akan menjadi panduan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih baik untuk masa depan Indonesia.

Rakernas XVI APEKSI 2023 telah menjadi platform penting untuk merumuskan rekomendasi dan arahan strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan kota di Indonesia. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat, diharapkan dapat terwujud kota-kota yang maju dan Indonesia yang kuat.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.