Era Kepemimpinan Danny, Kawasan Kumuh di Makassar Semakin Berkurang

Terkini.id, Makassar – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang diterapkan di Makassar dianggap berhasil oleh Wali Kota Makassar, Mochamad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

Pasalnya, di era kepemimpinannya yang sudah berjalan lima tahun, kawasan kumuh semakin berkurang. Bukan tanpa alasan, hal itu berdasarkan data riil di lapangan dari 18 kelurahan yang sebelumnya dianggap kawasan kumuh berat.

Danny pun berharap agar masyarakat memberi penilaian terhadap pencapaiannya. Ia juga mengimbau agar pencapaiannya selama ini mendapat pemberitaan, sehingga masyarakat tahu atas kinerja pemerintah.

Baca Juga: Tampil di Lomba Menyanyi Pemkot Makassar, Kadis PU Pukau Penonton

“Saya berharap kawasan yang dulunya kumuh, sekarang sudah tertata dengan baik ini diekspos. Tolong diperlihatkan keadaan dulu dan sekarang, baru menjelang lima tahun, kawasan kumuh sudah banyak yang berubah,” kata Danny, Senin 18 Februari 2019.

Program kotaku, ujar Danny, benar-benar menjadi program yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Makassar Tindaklanjuti Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi oleh Kemenpan-RB

“Suatu pemerintahan yang baik cirinya adalah pemerintahan yang memberi solusi, yang memberi program-program yang dirasakan masyarakat. Salah satunya Kota Tanpa Kumuh,” sebut Danny.

Danny mencontohkan Pantai Mangara Bombang (Marbom). Dulu tempat itu kumuh sekarang menjadi destinasi paling indah.

“Kader-kader BKM dan KSM, negara berharap kepada kita semua. Agar perubahan-perubahan ini dipastikan harus dirasakan sampai ke pelosok dan kawasan kumuh yang sebelumnya tidak pernah diperhatikan,” kata Dannya.

Baca Juga: Makassar Tindaklanjuti Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi oleh Kemenpan-RB

“Dari data BPS, apa yang kita lakukan hari ini berdampak pada data kemiskinan Makassar yang menurun menjadi 4,41 persen,” tambahnya.

Persoalan di kawasan kumuh

Salah satu persoalan di kawasan kumuh adalah sanitasi. Di samping perbaikan rumah, Makassar mendapat jatah 18 kelurahan kategori kumuh berat. Baru jelang 5 tahun pemerintahan Danny banyak daerah yang sudah tidak berstatus kumuh lagi.

“Hal yang sangat membanggakan adalah kemandirian masyarakat, masyarakat gotong royong. Kota tanpa kumuh tidak hanya merubah secara fisik, tidak sekedar merubah masyarakat secara sosial, tapi juga secara ekonomi. Kita punya Kanrerong, memberdayakan masyarakat dari Omset Rp200ribu menjadi omset Rp2 juta,” sebutnya.

“Pemerintah pun juga harus memotivasi masyarakat untuk ikut terlibat dalam program Kotaku,” terang Danny.

Lanjut Danny, Program Kotaku melengkapi program Dana Desa dan Program Dana Kelurahan. Program ini pun harus diperkuat dari dana kelurahan yang nantinya akan diberikan pemerintah pusat.

“Kita berharap program satu dengan lainnya saling terintegrasi. Seperti program ‘Kotaku’ ini yang terintegrasi dengan dana kelurahan, dana desa, ini penting untuk terintegrasi,” tandas Danny.

Bagikan