Isi Waktu LFH dengan Seleksi Bibit dan Bantu Petani Tanam Kedelai Menggunakan Alsintan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat sektor pertanian. Komoditas kedelai menjadi salah satu komoditas yang harus dijamin supaya kedepannya tetap memiliki produksi yang cukup untuk rakyat.

Khusus Di Kabupaten Gowa, kedelai merupakan salah satu komoditas andalan setelah padi. Komoditas kedelai ditanam setelah panen padi dilakukan masyarakat di Desa Panyangkalang, Kecamatan Bajeng.

Muh. Miftahul Fauzi, Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa Jurusan Peternakan yang melakukan pendampingan di Kabupaten Gowa, melakukan seleksi bibit kedelai dan selanjutnya penanaman menggunakan alsintan.

Baca Juga: Job Seeker Bersiaplah, Polbangtan Gowa akan Gelar Jobfair di Makassar

Di pagi dari, Sabtu 16 Mei 2020 tepatnya pukul 08.00, Lahan yang ditanami adalah milik Bapak Arif Dg Rala dibantu dan Bapak Haris Dg Sigollo sebagai buruh tani.

Seleksi bibit kedelai dapat membantu memilah bibit kedelai yang layak untuk ditanam. Sedangkan, penanaman bibit kedelai menggunakan alsintan dapat mengefesienkan waktu dan tenaga petani dalam penanaman kedelai,” ungkap Miftah.

Baca Juga: Kementan Terjunkan 30 Petani Milenial Dampingi Petani Sumba Tengah

Lanjut Miftah, dalam penyeleksian bibit kedelai, kami membuang bibit kedelai yang tidak layak. Seperti, bibit kedelai yang rusak atau yang masih muda. Sedangkan, dalam penanaman kedelai menggunakan alsintan. Bibit kedelai dimasukkan kedalam wadah yang terdapat pada alat tanam kedelai. Selanjutnya didorong dengang menggunakan jarak tanam 40 cm.

Bahagia rasanya bisa berkontribusi positif terhadap petani apalagi dimasa pandemi covid-19 ini. Tentunya segala aktifitas kami dilapangan tetap memperhatikan protokol kesesahatan yang ditetapkan pemerintah. Untuk itu kami akan terus bersama petani diwilayah ini, dan tentunya bersinergi dengan petani dalam kegiatan pendampingan, kami juga ingin melihat petani itu sukses dalam beragribisnis,” ungkap Miftah.

Peran pemuda khususnya dalam menggenjot ketersediaan pangan memang sangat dibutuhkan ditengah pandemi Covid-19 ini. Adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan  pertanian  berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi.

Baca Juga: Kementan Terjunkan 30 Petani Milenial Dampingi Petani Sumba Tengah

Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung  di tengah pandemi global Covid-19.

Pangan kita harus terus berproduksi. Jelas, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi di berbagai kesempatan.

Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. (MUZ).

Bagikan