Terkini.id, Jakarta – Diketahui bahwa pada hari Rabu, 17 Februari 2021 kemarin, Gaza akhirnya menerima pengiriman pertama vaksin Covid-19 setelah Israel memberi izin.
Israel menyetujui transfer melalui perbatasannya setelah sebelumnya diketahui sempat mendulang pelbagai kritik internasional lantaran dianggap mengecualikan kampanye vaksinasi bagi warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki.
Pengiriman vaksin tersebut tidaklah mulus. Sempat tertahan selama dua hari ketika pemerintah menghadapi pertanyaan dari komite parlemen sebelum akhirnya menyetujui pengiriman tersebut.
Menurut kabar, anggota parlemen Israel sempat memperdebatkan apakah akan mengizinkan pengiriman vaksin ke Gaza.
Beberapa orang berpendapat bahwa pengiriman itu harus dikaitkan dengan kemajuan pembebasan dua tawanan Israel yang ditahan oleh Hamas dan sisa-sisa dua tentara Israel yang tewas dalam perang tahun 2014 dengan militan Palestina.
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
Dilansir dari mediaindonesia, sengketa itu menyoroti ketergantungan warga Palestina pada Israel, bahkan ketika mereka berjuang sendiri untuk memerangi pandemi.
Hal ini juga sekaligus menjadi contoh kuat dari ketidaksetaraan global dalam peluncuran vaksin yang nyatanya sebagian besar hanya diraih oleh negara-negara kaya.
Menteri Kesehatan Palestina, Mai Alkaila, yang diketahui mengelola sebagian Tepi Barat yang diduduki Israel dan berkoordinasi dengan Israel tentang keamanan dan masalah lainnya menyatakan bahwa Otoritas Palestina (PA) mengirim 2.000 dosis vaksin Sputnik V Rusia ke daerah kantong yang dikendalikan Hamas dan pengiriman tersebut akhirnya sampai pada Rabu, 17 Februari 2021, tengah hari kemarin di perlintasan Kerem Shalom.
Diketahui bahwa sebelumnya, yaitu pada hari Selasa, PA meminta Organisasi Kesehatan Dunia untuk mengutuk Israel atas penghalangannya dan mendesaknya untuk meminta Israel bertanggung jawab penuh atas bahaya yang timbul dari pencegahan masuknya vaksin ke Jalur Gaza.
PA sendiri belum secara terbuka meminta vaksin dari Israel dan mengatakan telah mengamankan pasokannya sendiri melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan melakukan perjanjian dengan perodusen obat.
Namun, Israel memberikan 2.000 dosis vaksin Moderna kepada PA awal bulan ini yang memungkinkannya untuk mulai memvaksinasi pekerja medis dan PA mengatakan secara mandiri memperoleh 10.000 dosis vaksin Sputnik V.
Kendati demikian, Hamas sangat mengecam langkah Israel sebagai pelanggaran terhadap semua hukum internasional dan standar kemanusiaan.
Terlebih meski telah memberi izin penyaluran vaksin, nyatanya vaksin yang diterima jumlahnya sangat terbatas.
“Jumlahnya sangat kecil dan tidak cukup untuk menutupi 12.000 pekerja medis,” ujar Ashraf al-Qedra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza.
Ia mengatakan bahwa mereka akan diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama untuk pasien yang rentan dan tahap kedua barulah untuk petugas medis.
“Kami pikir lebih baik untuk menyuntik pasien yang rentan terlebih dahulu, seperti pasien transplantasi organ dan dialysis,” terangnya.
Gelombang pertama hanya akan memungkinkan pihak berwenang untuk memvaksinasi 1.000 orang dan kampanye vaksinasi yang lebih luas bahkan diperkirakan butuh waktu beberapa bulan.
Sejauh ini, Kementerian Kesehatan Gaza telah melaporkan lebih dari 53.000 kasus dan sedikitnya 538 kematian akibat Covid-19 sejak pandemi menyerang.
Sementara Israel diketahui telah meluncurkan salah satu program vaksinasi paling sukses di dunia dengan menginokulasi lebih dari sepertiga populasinya yang berjumlah 9,3 juta sejak Desember.
Kelompok-kelompok hak asasi pun mengatakan bahwa Israel memiliki kewajiban sebagai kekuatan pendudukan untuk membagikan vaksinnya dengan Palestina.
Hanya saja, Israel menyangkal memiliki kewajiban seperti itu dan mengatakan bahwa prioritasnya adalah warganya sendiri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
