Hamas Dituding Sekongkol dengan Pemimpin Israel, Agama Hanya Pemanis Konflik

Hamas Dituding Sekongkol dengan Pemimpin Israel, Agama Hanya Pemanis Konflik

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Kolomnis Media Timur Tengah Haaretz, Adam Raz menuding pihak Hamas bersekongkol dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu untuk meruntuhkan otoritas Palestina.

Menurut Adam Raz, tak banyak yang sadar kalau sebenarnya perang yang terjadi saat ini antara Israel dan Hamas cuka sekadar akal-akalan belaka dari kedua belah pihak.

Belakangan, kata Raz, konflik kedua negara itu disebut-sebut lantaran militer Israel yang sengaja bertindak represif kepada jemaah Masjid Al Aqsa yang hendak melakukan salat tarawih.

Ia pun menegaskan bahwa hal itu tidak tepat. Menurutnya, agama hanya menjadi pemanis dalam konflik tersebut dan serangan roket Hamas ke Israel bukanlah sebuah hal yang timbul secara spontan akibat tindakan represif di Al Aqsa.

Raz mengungkapkan, berdasarkan pernyataan sumber anonim dari unsur intelijen yang ia peroleh disebutkan jika serangan roket Hamas ke Israel itu sebenarnya sudah diatur dan didesain sejak lama.

Baca Juga

Seluruh pejabat pertahanan Israel, menurut sumber anonim tersebut, sudah bersiap-siap dan terus mengawasi kapan peristiwa itu akan pecah dari pos komandonya masing-masing.

“Dengan kata lain, pejabat pertahanan sebenarnya sudah tahu apa yang akan terjadi,” ujar Adam Raz.

Ia pun kemudian memberi sudut pandang dari sisi makro dan mikro atas peristiwa perang Israel dan Hamas.

Pada tingkat makro, Raz beranggapan jika sebenarnya PM Israel Benyamin Netanyahu dan Hamas sebenarnya sudah bekerjasama sejak lama.

Netanyahu sendiri, menurutnya, terus mengambil peran memperkuat militer Hamas lewat pakta kesepakatan tak tertulis.

Adapun alasan Netanyahu tak lain dirinya ingin memelihara Hamas agar tetap kuat di Gaza demi kepentingan politiknya.

“Satu sisi demi penguatan nama Netanyahu di Israel, Hamas kemudian juga diuntungkan, karena mereka sebagai salah satu partai di Palestina tetap bisa eksis dan meraih simpati massa lewat aksi ekstrem-nya,” ungkapnya.

Maka dari itu, menurut Raz, baik Hamas maupun Israel sama-sama memiliki niatan meruntuhkan otoritas Palestina.

“Tujuan Hamas jelas, ingin melemahkan otoritas Palestina,” tutur Raz.

Mengurip Hops.id, Selasa 18 Mei 2021, Raz juga mengungkapkan bahwa selama ini Netanyahu dikenal sebagai sosok yang terkenal akan strateginya meskipun tidak pernah dinyatakan secara eksplisit.

Strategi Netanyahu tersebut yakni untuk mempertahankan Hamas sebagai pemain kunci dalam perselisihan dengan Israel untuk melemahkan PA di Ramallah.

“Mengapa? Karena baik Netanyahu dengan Hamas tidak pernah ada pembicaraan tentang penyelesaian konflik dan dinegosiasikan. Dan pada kenyataannya, Netanyahu kemudian memainkan peran sentral dalam menjaga konflik Timur Tengah,” jelasnya.

Sementara alasan mikronya, lanjut Raz, kepemimpinan Netanyahu di Israel tengah bermasalah bahkan dukungan terus menyusut. Maka dari itu, dibutuhkan cara agar pengaruhnya di Israel tetap mencengkram kuat.

Hal tersebut tentunya menjadi pukulan berat bagi Hamas, kalau benar Netanyahu kemudian lengser dari kursi Perdana Menteri Israel. Sebab dengan kemunculan pemerintahan baru yang akan mengambil alih kekuasaan Netanyahu hegemoni Hamas di Gaza dikhawatirkan dilemahkan.

Raz pun kemudian membuktikan hal itu dengan fakta adanya sebuah junta di Israel dan di Hamas yang tengah menyiapkan rencana perang jika poros kedua belah pihak tersebut menghadapi bahaya langsung.

“Penting untuk ditekankan bahwa Hamas sangat mengkhawatirkan kepergian Netanyahu dan melemahnya garis politik yang diwakilinya. Dalam praktiknya, pekerjaan untuk memperkuat organisasi di Yerusalem dan Tepi Barat (di bawah sponsor Qatar dan kaum reaksioner lainnya) benar-benar berisiko jika Netanyahu tidak berkuasa lagi,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.