Isu Airlangga Akan Disingkirkan dari Kursi Ketum, Rocky Gerung ‘Singgung’ Jokowi: Harus Ada Sekoci Penyelamat!

Terkini.id, Jakarta – Melalui sebuah unggahan video di kanal Youtobe, Pengamat politik Rocky Gerung mengaku tidak heran mendengar kabar ada pihak yang hendak mendongkel Airlangga Hartarto dari kursi ketua umum Golkar (Ketum Golkar).

Dia bahkan menduga operasi tersebut masih berkaitan dengan upaya mempertahankan kekuasaan Presiden Jokowi.

Dalam video tersebut pula, Rocky yang berbincang dengan Hersubeno Arif menyoroti situasi Presiden Jokowi yang saat ini tidak punya dukungan solid dari partai politik. Ini menjadi masalah besar di penghujung masa jabatannya.

Baca Juga: Diprediksi Kalah di Pilpres 2024, Pengamat Politik Hendri Satrio Sarankan...

“Setiap tokoh politik setelah tidak menjabat pasti bakal diganggu. Dan yang mengincar Pak Jokowi itu tidak kepalang-kepalang, banyak betul itu. Jadi sebetulnya ada kekhawatiran dari seorang tokoh yang paham akan nasibnya nanti bahwa dia bisa juga dipersoalkan secara hukum. Karena itu, harus ada sekoci penyelamat,” katanya.

Selain itu, menurutnya, kebutuhan ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menyingkirkan Airlangga dari kabinet dan mengambil alih Golkar. Mereka membujuk Presiden untuk tidak ragu lakukan pembelahan di Golkar. Dikutip dari Jpnn. Kamis, 12 Mei 2022.

Baca Juga: Fadli Zon Sindir Pengawalan Ketat Presiden Jokowi ke Ukraina, Ruhut:...

Rocky pun mengingatkan bahwa penguasa punya rekam jejak yang cukup panjang dalam urusan ikut campur konflik internal partai. Airlangga sendiri naik jadi ketua umum setelah Golkar dilanda perpecahan.

“Jadi sebenarnya politik Indonesia itu bekerja di dua level yang berbeda. Level yang terlihat, seolah-olah bagus, presiden ngomong demokrasi, toleransi. Lalu di belakang layar ada politik obscene, politik yang jorok, gunting sana, gunting sini. Kita tahu Golkar bukan sekali ini dikerjain istana. Begitu juga dengan partai lain, PAN, PPP. Begitulah kelakuan Istana dalam merusak demokrasi,” ujar dia.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Airlangga bakal disingkirkan dari kabinet menggunakan isu penundaan pemilu dan larangan ekspor CPO.

Baca Juga: Fadli Zon Sindir Pengawalan Ketat Presiden Jokowi ke Ukraina, Ruhut:...

Sedangkan di internal Golkar sendiri, masalah elektabilitas jadi amunisi untuk melengserkan menko perekonomian itu dari kursi ketua umum.

Rocky menilai alasan-alasan itu sebenarnya hanya dibuat-buat oleh lawan politik Airlangga.

“Sebetulnya ide tiga periode itu kan, Airlangga hanya mengucapkan ulang. Membaca kira-kira keinginan Presiden Jokowi, lalu dia ucapkan tiga periode itu, yang ternyata berbalik. Lalu dia terpaksa disalahkan,” ujar Rocky.

“Demikian juga soal CPO, Airlangga sebenarnya kasih solusi rasional. Tetapi orang-orang di sekitar presiden, yang juga berupaya mencari muka, yang menghajar Airlangga,” tambahnya.

Rocky memprediksi upaya pembelahan Golkar ini akan terjadi. Namun, dia juga meyakini bahwa Airlangga punya modal politik yang cukup untuk melakukan perlawanan.

Dia pun menilai perlawanan adalah jalan yang terbaik bagi Airlangga dan Golkar. Rocky yakin elektabilitas keduanya akan melejit jika berani bergabung dengan oposisi.

“Tinggal Golkarnya kita tunggu, apa wisdomnya. Ke Istana atau justru keluar dan bergabung dengan oposisi. Ya, tentu yang paling bagus bergabung dengan oposisi, supaya ada laga. No Airlangga, no laga,” ujar Rocky Gerung.

Bagikan