Isu Palestina, Hentikan Mengemis!

Dalam beberapa hari terakhir, peperangan terbuka antara Palestina dan Israel telah menyebabkan korban yang tidak sedikit khususnya Palestina. 

Hal ini dipicu awal oleh tindakan semena-mena Israel yang mengevakuasi paksa warga Palestin dari rumah-rumah dan perkampungan mereka di kota Sheikh Jarrah, menyusul kemudian kekerasan kepada orang-orang Palestina yang sedang beribadah, bahkan tentara dan polisi Israel merusak pintu masjid Al-Aqsa dan memasukinya tanpa membuka alas kaki. 

Apa yang dilakukan oleh penjajah Israel memang Sudah di luar nalar manusia sehat. Artinya hanya akal gila yang bisa menerimanya sebagai sesuatu yang biasa saja. Apalagi dianggap sebagai sesuatu yang baik atas nama pembelaan. 

Baca Juga: Posting Video Konvoi Bendera Palestina dan Komunis, Ferdinand: Pujaan Kadrun

Upaya evakuasi bangsa Palestina dari tanah Jerusalem Timur, termasuk dari Al-Aqsa, adalah bagian dari implementasi deklarasi bahwa Jerusalem adalah Ibukota Israel. 

Tentu ini tidak lepas dari apa yang dilakukan oleh Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai Ibukota Israel. 

Baca Juga: Jet Tempur Israel Bombardir Pendemo yang Protes Blokade Gaza

Israel merasa jika kota tua itu telah menjadi miliknya. Dan karenanya warga Palestina harus mengosongkannya untuk mereka mereka ambil alih. 

Untuk sekedar diingat kembali bahwa cita-cita terbesar Yahudi Israel memang adalah pengambil alihan kota Jerusalem dan masjid Al-Aqsa. Karena memang di situlah harapan akhir mereka untuk mengembalikan kejayaan kerajaan Daud (istilah lain dari kekuasaan Yahudi) di masa silam. 

Terlepas dari semua itu, serangan Israel kepada bangsa Palestina, khususnya Gaza, bukan barang baru. 

Baca Juga: Punya Kekuatan Mumpuni, Ini Alasan Taliban Tak Bantu Palestina Perangi...

Dari masa ke masa Israel selalu membuat pemicu, yang menyebabkan warga Palestina melakukan balasan (serangan balik). 

Serangan ini kemudian dibangun menjadi seolah serangan unilateral Palestina yang dijadikan justifikasi untuk melakukan apa yang disebut “self defense” (membela diri).

Baca berikutnya
Manusia di Titik Nol
1 2
Selanjutnya
Bagikan