Minta Bantuan Indonesia, Dubes Palestina: Kami Mohon Intervensi Hukum Internasional

Terkini.id, Jakarta – Dubes Palestina untuk Indonesia mengirim surat resmi kepada Pemerintah RI memohon bantuan agar mengintervensi hukum internasional untuk meminta pertanggunjawaban okupasi Israel atas pelanggaran negara zionis tersebut terhadap warga Palestina.

Permohonan itu dilayangkan Dubes Palestina karena mereka menganggap Indonesia adalah negara saudara Palestina.

“Kami memohon dengan sangat kepada pemerintah Indonesia dan semua pendukung Palestina yang merdeka di negara ini, untuk mengintervensi dan mengaktivasi mekanisme hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional, untuk meminta pertanggungjawaban okupasi Israel atas serangan yang terus-menerus dilakukan terhadap warga sipil Palestina,” demikian pernyataan tertulis Dubes Palestina, Selasa 18 Mei 2021 seperti dikutip dari Idx Channel.

Baca Juga: Posting Video Konvoi Bendera Palestina dan Komunis, Ferdinand: Pujaan Kadrun

Menurutnya, sejak beberapa pekan terakhir masyarakat Palestina berulang kali mendapat serangan brutal dari militer Israel.

Bahkan, kekejaman Israel tersebut telah merenggut ratusan nyawa, termasuk anak-anak dan juga balita. Namun, belum banyak negara terutama dari daratan Arab yang secara tegas mengambil sikap.

Baca Juga: Jet Tempur Israel Bombardir Pendemo yang Protes Blokade Gaza

Lantaran hal itulah, Pemerintah Palestina mengirim surat permohonan kepada Indonesia untuk menggalang bantuan.

Mengutip Hops.id, Dubes Palestina dalam surat tersebut juga menjelaskan kondisi negaranya kepada Indonesia.

Kedubes Palestina mengungkapkan, wilayah mereka yang digempur habis-habisan selama bertahun-tahun oleh Israel membuat kondisi Palestina tidak lagi sama. Bahkan, kesedihan dan rasa kahilangan menjadi ‘sarapan’ mereka sehari-hari.

Baca Juga: Jet Tempur Israel Bombardir Pendemo yang Protes Blokade Gaza

Ia pun mengungkapkan, setiap 15 Mei masyarakat Palestina memperingati Nakba atau ‘Hari Bencana’ yang masih berlangsung hingga saat ini sejak 1948 silam.

Hari Nakba ditandai dengan terusirnya bangsa Palestina dari Tanah Air mereka setelah pendirian Negara Israel oleh kaum Zionis.

“Nakba adalah akar penyebab dari apa yang kita saksikan hari ini di Palestina yang diduduki. Ini adalah akar dari penderitaan kami yang masih berlangsung,” ujar Dubes Palestina.

Selain itu, kata Dubes Palestina, pengusiran besar-besaran dan pembersihan etnik atas kota-kota, desa-desa, dan masyarakat di negaranya yang dilakukan para pemukim ekstremis Yahudi masih terus terjadi sampai hari ini. Warga Palestina dipaksa keluar dari kampung halaman mereka, tanpa pernah diizinkan untuk kembali.

“Nakba bukanlah kejadian masa lalu, tapi ini masih berlangsung. Untuk Israel, mengambil 78 persen dari Palestina yang bersejarah dengan kekerasan tidaklah cukup. Pencurian tanah, pengusiran, dan penekanan tak pernah berhenti satu hari pun. Serangan terhadap masyarakat Palestina hanya dapat dipahami melalui konteks ini,” ujarnya.

Bagikan