Iwan Bule Ogah Mundur, Eks TGIPF Sebut Tak Ada Moral di PSSI

Iwan Bule Ogah Mundur, Eks TGIPF Sebut Tak Ada Moral di PSSI

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Akmal Marhali selaku eks anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan memberikan tanggapannya soal sikap Mochamad Iriawan alias Iwan Bule yang menolak untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI.

Akmal Marhali mengatakan TGIPF tidak bisa mengintervensi Iwan Bule dan Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk mundur dari jabatannya.

Namun demikian, Akmal Marhali menilai seharusnya Iwan Bule beserta rekannya di PSSI mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan Malang.

Jika keputusan Iwan Bule dan rekannya memutuskan untuk tidak mundur, maka menurut Akmal Marhali tidak ada moral di tubuh PSSI.

“Kalau saya sih, itu template dari mereka, kalau Ketum dan pengurus PSSI nolak imbauan mundur itu biasa, hal umrah. Itu template, sejatinya di PSSI tidak ada yang mengedepankan moral. Tak ada moral di PSSI,” ujar Akmal Mahali, Jumat 21 Oktober 2022.

Baca Juga

Lalu Akmal Marhali menyinggung bahwa tidak ada satu orang pun yang mengikuti rekomendasi TGIPF terkait bentuk pertanggungjawaban atas Tragedi Kanjuruhan Malang.

“Kita tidak bisa intervensi, tapi sebagai seruan moral. Tapi enggak ada satupun yang lakukan itu. Tanggung jawab moral ini padahal,” katanya.

“15 anggota exco enggak mundur, kompak mereka. Kita tinggal nunggu tanggung jawab secara hukum nantinya,” lanjutnya.

Kemudian Akmal Marhali mengingatkan bahwa selama PSSI tidak menjalankan hasil rekomendasi TGIPF, maka laga sepak bola Indonesia tidak akan berjalan.

“Poinnnya di hasil TGIF kemarin, pemerintah tidak kasih izin jika tidak dibenahi. Semakin lama PSSi tidak jalankan rekomendasi, kompetisi ya tidak jalanlah,” tuturnya.

“Pilihanya di PSSI, jika PSSI menolak sesuai rekomendasi TGIPF kemarin, ya kompetisi liga 1 tidak akan jalan,” sambungnya.

Selain itu, Akmal Marhali merasa heran mengapa para voter belum mendesak PSSI untuk menggelar Konferensi Luar Biasa (KLB).

“Soal KLB, kita juga melihat sejauh mana stakeholder bola kita agar tidak ada lagi vadalisme, para voter toh belum ada yang bergerak,” ucapnya.

“Mereka seolah tidak ada tergugah dalam perbaikan sepak bola kita. Kalau kemudian tidak bisa berubah, masalahnya di akarnya, yaitu federasi PSSI,” ungkapnya.

“Ya, silahkan ditolak soal usulan TGIPF. Silahkan saja ditolak. Proses hukum toh nanti akan berjalan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Ahmad Riyadh selaku Komite Eksekutif (Exco) menyatakan bahwa Konferensi Luar Biasa (KLB) akan diadakan jika anggota yang menjadi pemilik suara (voter) menghendaki-nya.

“Yang berhak meminta KLB itu anggota PSSI, para ‘voter’. Pemerintah tidak bisa mencampuri hal itu,” papar Ahmad Riyadh.

Sumber: kompas.tv

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.