Terkini.id, Jakarta – Yosea Suryo Widodo selaku Ketua DPD PSI membenarkan bahwa penjual dawet palsu, Suprapti Fauzi, wanita yang menyatakan bahwa pendukung Arema FC banyak yang mabuk sebelum Tragedi Kanjuruhan Malang terjadi adalah anggotanya.
Namun demikian sejak tahun 2020 status penjual dawet palsu itu sudah bukan menjadi bagian dari pengurus PSI.
“Ibu tersebut sudah bukan pengurus PSI sejak 22 Juni 2020,” ujar Yosea Suryo Widodo, Kamis 13 Oktober 2022.
Yosea Suryo Widodo menyebutkan saat ini pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut tentang status keanggotaan Suprapti Fauzi di PSI.
Suprapti Fauzi adalah penjual dawet palsu yang sempat menjadi bahan perbincangan setelah rekamannya yang mengatakan korban meninggal Tragedi Kanjuruhan Malang berbau alkohol.
“Wong suporter sakdurunge wis ngombe kabeh (suporter sebelumnya sudah pada minum). Yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol,” kata Suprapti Fauzi dalam rekaman suara tersebut.
Kemudian rekaman video yang menampilkan Suprapti Fauzi meminta maaf kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan Malang beredar di media sosial.
Dalam video itu permintaan maaf itu, Suprapti Fauzi menegaskan bahwa ia bukan orang suruhan dari pihak manapun.
“Memohon maaf karena berhubung dengan voice note yang beredar kemarin saya tidak ada tujuan apapun untuk menjelekkan nama almarhum, ya, demi Allah, saya Lillahi Ta’ala meminta maaf kepada panjenengan memohon dengan sangat tolong maafkan saya bila ada kata saya yang salah ya mbak,” ucap Suprapti Fauzi dalam video permintaan maafnya, dikutip dari Twitter @AremaniaCulture.
“Dan untuk mas-masnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena enggak ada tujuan saya untuk menjelekkan siapapun di sini,” sambung Suprapti Fauzi.
Disisi lain, Agus Babon selaku Aremania asal Malang yakin bahwa Suprapti Fauzi adalah sosok dibalik penjual dawet palsu yang menjelekkan korban Tragedi Kanjuruhan Malang.
Walaupun begitu, Agus Babon berharap kasus penjual dawet palsu ini akan segera diproses secara hukum.
“Insya Allah benar. Tetap usut tuntas biar sebagai pelajaran. Apalagi fitnah orang jual dawet yang hasil dari keringat sendiri,” ungkap Agus Babon.
Sementara itu pihak yang menjadi penengah antara Suprapti Fauzi dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan Malang adalah Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian.
“Ibu itu infonya banyak yang cari, jadi kita kasih petugas untuk menjaga situasi supaya kondusif,” imbuh AKP Donny Kristian.
Sumber: cnnindonesia.com
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
