Jadi Momok, Makhluk Apakah Virus Corona Ini?

Ilustrasi virus corona/ ist
Ilustrasi virus corona. Meresahkan dan telah memakan banyak korban, virus baru ini dikenal sebagai “2019-nCoV”, dipahami sebagai jenis baru virus corona yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia. / Istimewa

TERKINI.id, JAKARTA – Jadi momok, makhluk apakah virus corona ini? Meresahkan dan telah memakan banyak korban, virus baru ini dikenal sebagai “2019-nCoV”, dipahami sebagai jenis baru virus corona yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.

Virus corona adalah famili yang terdiri dari banyak virus, tetapi hanya enam (selain virus baru ini) yang diketahui menginfeksi manusia. Virus SARS yang menyebabkan sekitar 800 orang meninggal di seluruh dunia pada awal tahun 2000-an juga tergolong virus korona.

Tanda-tanda infeksi virus corona yang baru meliputi gejala pernapasan, demam, batuk, napas pendek, dan kesulitan bernapas.

Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, Li Bin mengatakan ada bukti penyakit ini ditularkan terutama melalui saluran pernapasan. Kendati demikian, secara spesifik otoritas Tiongkok belum bisa mengonfirmasi sumber virus tersebut.

“Meskipun rute transmisi virus belum sepenuhnya dipahami, ada kemungkinan virus bermutasi dan risiko penyebaran epidemik yang lebih luas,” jelas Li Bin.

Menarik untuk Anda:

Mutasi merupakan perubahan pada materi genetik. Virus kerap dianggap sebagai peralihan benda hidup dan benda mati, umumnya hanya terdiri dari materi genetik berupa DNA atau RNA dan selubung protein.

Ketua Departemen Epidemiologi di Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono belum lama ini menjelaskan, lantaran mutasi itulah diduga membuat virus jenis baru itu bisa menular dari manusia ke manusia. Sebelumnya, para ilmuwan mengira 2019-nCoV hanya menular dari hewan ke manusia.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan. Kemenkes RI mengimbau warga Indonesia yang hendak bepergian ke Tiongkok untuk waspada, menganjurkan untuk sementara menjauhi pasar makanan laut.

Direktur pencegahan dan pengendalian penyakit menular langsung, dokter Wiendra Waworuntu menegaskan, belum ada obat atau vaksin untuk virus korona jenis baru.

Ia menambahkan, cara pencegahan terbaik adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

“Selalu cuci tangan pakai sabun selama 20 detik, kemudian kalau batuk atau bersin ditutup pakai tisu, kalau ada orang sakit tidak usah didekati. Makan makanan yang cukup, istirahat yang cukup, dan lakukan olahraga setiap hari,” pesan Wiendra.

 

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Lakukan Langkah ini Agar Terhindar dari DBD di Masa Pandemi Covid-19

Tahukah Anda? Klaster Kencan, Pesta dan Klinik Gigi Tertinggi Tularkan Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar