Jadi Narasumber di Sosialisasi BPIP, Anggota DPR RI Meity Rahmatia Serukan Persatuan Umat

Jadi Narasumber di Sosialisasi BPIP, Anggota DPR RI Meity Rahmatia Serukan Persatuan Umat

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Makassar – Pancasila merupakan landasan negara, ideologi pancasila perlu dan harus diperkuat dari seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengadakan sosialisasi di kota Makassar, Rabu 23 Juli lalu.

BPIP mengadakan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) di kota Makassar dengan menghadirkan sejumlah pembicara, masing-masing anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia, Muhammad Sabri, Direktur Pengkajian Kebijakan BPIP RI; Firdaus Muhammad Dosen UIN Alauddin Makassar; dan Andi Lukman Irwan, Dosen atau Ketua Departemen Ilmu Pemerintahan Fisip Unhas.

Sosialisasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia tersebut dihadiri oleh relawan Gerakan Kebajikan Pancasila se-Kota Makassar tersebut, Lukman mengangkat tema nilai-nilai dasar Pancasila dan tantangannya di era kontemporer.

Dalam paparan materinya, anggota DPR Komisi XIII, Meity Rahmatia menyerukan persatuan umat.

Jadi Narasumber di Sosialisasi BPIP, Anggota DPR RI Meity Rahmatia Serukan Persatuan Umat
Sosialisasi BPIP RI di Makassar

Dalam sesi pertama tersebut, politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut membeberkan prinsip-prinsip Islam yang menjamin keberagaman di tengah-tengah masyarakat. Termasuk dalam berbangsa dan bernegara seperti di Indonesia.

Baca Juga

“Islam adalah agama Rahmatan lil Alamin. Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai tauladan umat muslim telah menunjukkan cara membangun masyarakat yang beragam dan menghormati agama-agama lain di Kota Madinah pada masa lalu,” jelas politisi berlatar belakang pengusaha tersebut.

Karena itu, politisi dari Sulsel itu menjelaskan bahwa para founding fathers Indonesia memiliki visi kebangsaan yang hebat.

“Mereka berpandangan jauh ke depan. Menempatkan sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa dalam Pancasila,”ujarnya.

“Sila ini menjadi dasar yang kuat bagi sila-sila lainnya dalam membangun Indonesia yang beragam, baik dari etnik, bahasa, dan agamanya,” tandasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.