Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto jadi pembicara pada festival Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2021.
Festival HAM diinisiasi oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) berkolaborasi dengan The Asia Foundation (TAF) yang digelar di Hotel, PO, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Sesuai dengan tema “Pemenuhan Hak dan Perlindungan Kelompok Minoritas di Tingkat Kota“ Danny Pomanto memaparkan komitmennya dalam pemenuhan hak dan perlindungan kelompok di Kota Makassar seperti yang tertuang dalam visi-misinya.
“Dalam visi-misi saya selalu saja ada kata untuk semua, kata untuk semua menjadi kunci bahwa Makassar itu egaliter. di mana Sombere’ kemampuan Makassar memperlakukan orang lain dengan sangat baik,” kata Danny, Rabu, 17 November 2021.
Menurut Danny, bila berbicara tentang HAM, komitmen terbaik adalah regulasi atau aturan. Pemerintah kota Makassar mempunyai komitmen sangat kuat dalam persoalan HAM dan diskriminasi.
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- Wali Kota Makassar Sambut Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Tawarkan Penanaman Pohon Bersama BPS
- Wali Kota Makassar Lepas 2.000 Peserta Kirab Muharram 1448 H, Serukan Persatuan Umat
- Wali Kota Makassar Buka Bedah Buku Biografi Ajoeba Wartabone di Raker LAMAHU se-Indonesia Timur
- Wali Kota Munafri Dampingi Menhaj RI Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 17 di Makassar
“Rencana aksi daerah itu banyak yang belum kuat dan kami sudah segera setelah Perda, berkomitmen Perwalikan draf disabilitas. Ini adalah bentuk intervensi Pemerintah Kota Makassar dan yang buat mereka sendiri,” ujar Danny.
Tidak hanya itu, kata Danny, contoh terbaik di dalam penerapan HAM dari berbagai aspek yang selalu ia jaga dalam pemerintahannya.
“Contohnya selama ini tidak pernah ada camat dari Toraja, sekarang kita siapkan satu untuk Toraja,” ujarnya.
Danny juga memaparkan peran lokal influencer di tingkat RW/ RT yang mempunyai peran sangat penting, sebagai struktur informasi di tengah masyarakat.
Selain itu, festival budaya yang sudah masuk dalam agenda top Ten internasional festival indonesia F8 melibatkan pengungsi dari luar.
“Kami melibatkan mereka untuk ikut ambil bagian dalam festival budaya, banyak kota-kota yang tidak mau menerima, Makassar menerima, namun kita kasih batas 2 ribu orang kita libatkan dalam festival budaya dari Afganistan Iran dan Kongo,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
