Olah Sampah Organik, Wali Kota Makassar Sebut Segera Terapkan Teknologi Maggot

Olah Sampah Organik, Wali Kota Makassar Sebut Segera Terapkan Teknologi Maggot

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyebut bakal segera menerapkan teknologi maggot atau Black Soldier Ffy (BSF) untuk mengurai sampah organik

Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi uji teknologi Food Waste Bank Based on The BSF Breeding Technology di Paccerakkang.

Uji teknologi tersebut berada di wilayah Bank Sampah pusat yang diperlihatkan langsung oleh tim Entomo.co.

Kunjungannya ini melihat langsung proses bagaimana sampah makanan dimanfaatkan dan diolah menjadi lebih bermanfaat. 

Danny Pomanto berharap dengan adanya teknologi tersebut mampu mengurangi sampah organik di Kota Makassar.

Baca Juga

“Saya kira teknologi manggot ini adalah sebuah teknologi yang kita uji di Makassar yang ternyata lebih bagus hasilnya dari daerah asalnya yaitu di Korea. Matahari sangat menentukan, di Makassar ternyata cocok. Kita akan segera menerapkan. Sampah di Makassar ini perlu diurai,” ucap Danny.

Menurutnya, kehadiran teknologi ini dapat membantu mengelolah sampah menjadi lebih bermanfaat. 

“Satu hari Kota Makassar menghasilkan sampah sebanyak 1.200 ton dan didominasi oleh sampah makanan, karena Makassar kan kota kuliner dan kehadiran teknologi ini saya pikir sangat membantu,” sebutnya. 

Kapasitas satu alat teknologi bisa mengelola sampah makanan sebanyak 3 ton per hari. Harganya pun cukup fantastis, mencapai Rp2 miliar. 

Sementara, Direktur Bank Sampah Makassar, Sahar menjelaskan keunggulan teknologi tersebut. Ia mengatakan 90 persen output dari teknologi tersebut akan menjadi pupuk organik.

“Jadi sampah ini kita ambil dari restoran, toko-toko makanan dan sejenisnya dimasukkan ini diolah dan hasilnya itu diurai manggot selama 40 hari dan outputnya 90 persen menjadi pupuk organik,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Sahar, hasil dari teknologi food waste ini bisa menghasilkan berbagai macam produk kosmetik, dan minyaknya bisa jadi biosel. 

“Di korea minyak hasil pengelolaan sampah makanan ini sangat berguna. Kelebihan dari adanya teknologi ini juga kota Makassar bisa membuat industrinya sendiri dengan memberdayakan masyarakat, karena manggot ini bisa diekspor dan membuat sabun-sabun kecantikan,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.