Junaedi Bakri mengaku telah pernah melakukan riset kajian ATS saat di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel.
“Kenapa anak-anak tidak sekolah karena mungkin putus sekolah, ada juga yang tidak pernah sekolah, ada yang karena trauma berada di lingkungan sekolah dan ada juga yang karena memang menjadi tulang punggung keluarga, menjadi penopang ekonomi keluarga, ini yang kemudian kami identifikasi,” jelas Junaedi Bakri.

Untuk mengentaskan ATS menurut Junaedi Bakri, diperlukan terobosan atau inovasi-inovasi, salah satu terobosan yang dihadirkan oleh Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Jeneponto adalah pengembalian anak tidak sekolah.
“Ini sangat luar biasa karena langsung ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepakatan pengembalian anak tidak sekolah (ATS) berbasis data SIPBM kolaborasi lintas sektor, dalam hal ini melibatkan Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan Desa,” terang Junaedi Bakri.
Junaedi Bakri pun menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang PAUD dan PNF yang telah berupaya untuk memunculkan terobosan dalam menangani ATS di Jeneponto.
- Keputusan Bupati Gowa Berpotensi Dibatalkan BKN, Prof Zudan Soroti Masalah Prosedur dan Kewenangan
- Muktamar V Wahdah Islamiyah Kembali Tetapkan Ustadz Zaitun Rasmin sebagai Ketua Umum Periode 2027--2031
- Ketua TP PKK Jeneponto Hadiri Peringatan HAN 2026, Tekankan Komitmen Lindungi Anak
- Hotel ARYADUTA Makassar Tutup Rangkaian Sapta Rasa dengan Beragam Aktivitas
- Pelaku Passobis Alamatnya Mudah Ditemukan, Influencer Keamanan Siber Ini Ungkap Identitasnya
“Saya sangat yakin dengan terobosan tersebut, Jeneponto kedepan akan zero dari anak tidak sekolah,” Tutup Junaedi Bakri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
