Terkini.id, Jakarta – Influencer facebook, terus menyindir Ustaz Abdul Somad yang calonnya kalah di Pilkada Medan versi quick count pada 9 Desember 2020 kemarin.
Menurut Denny Siregar, warga Medan masih cerdas karena tidak terpengaruh ustaz yang jualan ayat.
“Selamat, warga Medan.. Kalian cerdas gak kepengaruh ustad jualan ayat,” tulis Denny lewat postingan media sosialnya, Rabu 9 Desember 2020.
Dalam postingan lain, dia juga menyinggung soal dukungan Ustaz Abdul Somad kepada Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 lalu.
“Kasian gua ma Somad. Doain Prabowo, kalah. Doain Akhyar, kalah juga. Kalo gua, langsung brenti jd ustad 😂😂,” tulis Denny.
Dukungan Abdul Somad ke Akhyar
- Tim Pegasus Polres Jeneponto Berhasil Ringkus Residivis Pelaku Curas yang Sebabkan Korban Luka Berat
- Ashabul Kahfi Jabat Plt Ketua PAN Sulsel, Farah Puteri Nahlia Beri Ucapan Selamat
- Tim Wasev TNI AD Tinjau Langsung Dedikasi Satgas TMMD ke-128 Kodim 1425 Jeneponto
- Polres Jeneponto Akan DitindaK Lanjuti Kasus MBG Rumbia, Hasil Lab Jadi Bukti Kuat
- OJK Sulselbar Pacu Akselerasi Akses Keuangan Sektor Kakao di Sulawesi
Seperti diketahui, sebelumnya Akhyar Nasution-Salman Alfarisi kalah di Pilkada Medan versi hitung cepat atau quick count.
Dukungan Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk pasangan calon tersebut rupanya tak berpengaruh terhadap pilihan warga terhadap Akhyar-Salman yang kalah versi quick count.
“Tidak berpengaruh, dukungan UAS itu tidak berpengaruh. Malah kita sayangkan pasangan 1 itu coba membawa masuk tokoh-tokoh agama dalam momentum kampanye,” kata Akademisi Departemen Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU), Fernanda Putra Adela, Kamis 10 Desember 2020 seperti dikutip dari detikcom.
Fernanda menilai dukungan UAS tidak berpengaruh karena warga Medan tidak memilih berdasarkan identitas keagamaan. Dia menyebut dukungan UAS malah memunculkan sentimen kubu Akhyar-Salman menggunakan politik identitas.
“Pertarungan di Pilkada Kota Medan ini kan tidak berbasis kepada politik identitas. Sehingga masyarakat Medan yang terbuka melihat pertarungan ini di luar politik identitas itu. Sehingga itu memunculkan sentimen masyarakat Kota Medan rencana atau wacana menggunakan politik identitas dalam Pilkada kota Medan,” ucapnya.
Selain tidak berpengaruhnya dukungan UAS, Fernanda menilai kekalahan Akhyar-Salman versi quick count ini dipicu banjir besar yang terjadi jelang hari pencoblosan. Dia menilai banjir menghantam perolehan suara petahana.
“Momen kemarin banjir menjadi momen yang penting dilihat publik. Meski secara langsung kita tidak bisa menyalahkan petahana, tapi itu menghantam petahana,” paparnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
