Jangan Heran Jika Makan di Restoran Mewah dan Mahal Tapi yang Datang Malah Porsi Mungil, Berikut Alasannya

Terkini.id, Jakarta – Makanan di restoran mewah terkenal mahal dengan porsi mungil. Jangan heran dengan hal itu. Ternyata ada alasan di balik porsi mungil makanan di restoran mewah.

Banyak orang terkadang merasa tidak adil, ketika sudah bersantap di restoran mewah dan membayar mahal untuk makanan tapi makanan yang disajikan punya porsi mungil. Tentu beberapa orang akan kesal, terlebih jika perut dalam keadaan lapar.

Sebagai informasi, ternyata ada beberapa alasan restoran mewah dan mahal menyajikan makanan dalam porsi mungil. Salah satunya karena semua makanan di restoran biasanya menggunakan bahan premium yang harganya fantastis.

Baca Juga: Restoran Kaum Sultan Ini Sajikan Kentang Goreng Termahal Dunia Nyaris...

Hal itu dilakukan demi menjamin kualitas makanan dan tampilannya.

Harga bahan makanan ini tentu berbeda jauh dengan harga bahan makanan dengan kualitas biasa. Setiap makanan juga diracik secara khusus oleh chef profesional.

  1. Berikut beberapa alasan mengapa makanan di restoran mahal porsinya mungil yang dilansir dari Detikcom:

Baca Juga: Berikut 4 Promo Menu Eksentrik Asia Sambut HUT ke-4 Four...

Setiap hidangan pakai bahan-bahan mahal
Bahan premium menjadi hal wajib yang dihidangkan di restoran mahal. Sebut saja misalnya beberapa bahan seperti daging wagyu, kaviar dan jamur truffle putih. Semua bahan ini punya banderol harga super mahal.

Sehingga ketika disajikan dalam seporsi makanan, semua dibuat dengan porsi mungil agar harga makanannya dapat terjangkau. Tak hanya itu, restoran mewah juga menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi, bahkan mungkin mengimpornya.

Porsi yang mungil menjadikan harga jual makanan bisa lebih terjangkau, dengan tetap menghidangkan makanan premium berkualitas tinggi.

  1. Porsi lebih kecil tampak lebih elegan

Baca Juga: Berikut 4 Promo Menu Eksentrik Asia Sambut HUT ke-4 Four...

Porsi yang lebih kecil akan lebih mudah untuk ditata saat penyajian. Makanan juga akan terlihat lebih elegan.

Tampilan penyajian makanan yang elegan ini mengundang selera lewat pandangan pertama sang pelanggan. Jika mata sudah tertarik maka selanjutnya selera juga akan menggugah sehingga tak sabar ingin mencicipnya.

  1. Terdiri dari set menu makanan

Meskipun porsinya kecil tapi biasanya di restoran mewah hidangan tersaji dalam set menu. Terdiri dari minimal tiga menu yakni menu pembuka, menu utama dan menu penutup.

Jumlah set menu ini pun beragam, ada yang menyajikan 6 menu dalam sekali jamuan makan. Bahkan tak sedikit restoran mewah yang memanjakan pelanggan dengan 12 rangkaian menu dalam sekali makan.

Ke-12 menu tersebut antara lain finger food, makanan pembuka, sup, salad, ikan, hidangan utama pertama, pencuci mulut, hidangan utama kedua, keju, hidangan penutup, dan minuman/kue.

Bayangkan memakan semua itu jika disajikan dalam porsi normal. Itulah mengapa restoran membuatnya menjadia porsi mungil sehingga bisa mencicipi semua menu yang disajikan.

  1. Setiap hidangan adalah karya seni

Di Prancis ada hidangan yang disebut Gargouillou, yang terdiri dari setidaknya 16 jenis sayuran berbeda yang dimasak secara terpisah.

Piring diatur sebagai sebuah karya seni dan pasti akan mengesankan setiap pelanggan yang melihat ‘lukisan’ di atas piring.

Bayangkan mencoba menata semua sayuran kecil ini dengan indah di atas piring yang sudah penuh. Mungkin tidak akan terlihat estetis seperti yang ada di gambar. Untuk itu, para chef lebih memilih bertahan dengan porsi yang kecil.

        5. Mengedepankan kualitas rasa

Setiap koki mengandalkan kualitas rasa makanan dibandingkan kuantitas. Tujuannya agar pelanggan bisa merasakan makanan enak dan tidak bosan menyantapnya.

Dengan porsi mungil, kita cenderung bisa lebih menikmati setiap suapan, daripada bosan dengan makanan biasa dalam jumlah banyak. Pelanggan juga pasti lebih fokus menikmati makanan yang ada.

  1. Memberikan kesan premium

Porsi makanan yang mungil memberi kesan premium dan ekslusif. Makanan porsi mungil secara tidak langsung memberi kesan ‘spesial’ karena dibuat menggunakan bahan berkualitas dan premium.

Jika makanan disajikan dalam porsi banyak, itu sama saja mengesankan makanan tidak premium dan cenderung dibuat dengan bahan biasa.

  1. Memancing rasa penasaran

Makanan dengan porsi mungil seperti ini membuat pelanggan merasa penasaran. Pasti dalam benak akan bertanya, makanan apa yang disajikan? Apalagi para koki biasanya mengolah makanan dengan bentuk yang unik dan tidak biasa.

Ketika mendapat penjelasan lalu mencicip makanan, pelanggan seolah menemukan rahasia yang disembunyikan para koki. Misalnya dari rasa sausnya yang tidak terbayangkan atau tekstur makanan yang membuat pelanggan ketagihan.

Bagikan