Terkini.id, Jakarta – Saat ribut terkait Perpres yang mengatur Investasi pabrik miras, banyak yang menyoroti tidak munculnya sosok Wapres Ma’ruf Amin.
Sejumlah tokoh bahkan meminta Ma’ruf untuk ikut bersuara. Maklum, Ma’ruf Amin adalah kiyai, tokoh NU yang pernah memimpin Majelis Ulama Indonesia.
Belakangan diketahui, Ma’ruf Amin tidak dilibatkan dalam pembahasan peraturan presiden yang mengatur soal investasi industri minuman keras.
Ma’ruf disebut baru mengetahuinya saat kabar perpres tersebut ramai diperbincangkan publik setelah diteken Presiden Jokowi.
“Wapres tidak tahu memang ini. Tidak semuanya dilibatkan,” kata Juru bicara Ma’ruf, Masduki Baidlowi dikutip dsri suaracom (jaringan terkini.id) Selasa 2 Maret 2021.
- Kepesertaan JKN 98,19 Persen, Indonesia Sabet Predikat UHC Jelang HUT RI ke-79
- Wapres Ma'ruf Amin Nilai Film Dirty Vote Bagian dari Dinamika Politik
- Dalam perayaan Migrants Day 2023, Benny Rhamdani Harap Ada Dana Abadi Bagi Pekerja Migran Indonesia
- Menko Polhukam Pimpin Rapat Terkait Penampungan Warga Rohingya
- Kementan dan TNI Perkuat Sinergi, Mentan : Ketahanan Pangan Identik Dengan Ketahanan Negara
Masduki menuturkan, saat itu Ma’ruf kaget mendengar ada perpres untuk mengizinkan investasi industri miras.
Lebih kaget lagi ketika mantan Ketua MUI tersebut lantas dihubungi oleh banyak pihak untuk mengetahui kejelasan dari perpres tersebut.
“Apalagi ada serangan langsung kepada Wapres, Wapres jadi (bilang) ‘ini kok ada kejadian seperti ini, seperti apa’,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, Ma’ruf lantas membuka pintu untuk berkoordinasi dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang telah menyampaikan keberatan dengan adanya investasi industri miras. Ia menampung segala aspirasi mereka supaya bisa diteruskan ke Jokowi.
“Minggu itu dengan sejumlah menteri hadir, Wapres juga sudah berbicara mengenai bahaya dari izin miras itu, kemudian juga disampaikan ke para menteri supaya sampai kepada Presiden dan akhirnya sampai (pesannya),” tuturnya.
Setelah pesannya sampai, Ma’ruf akhirnya bisa bertemu dengan Jokowi secara empat mata pada Selasa pagi. Ma’ruf meyakinkan Jokowi agar bisa mencabut perpres tersebut.
Hal itu dilakukan Ma’ruf lantaran ia menilai perpres itu menjadi persoalan yang sangat serius apalagi kalau dilanjutkan.
“Dimantapkan lagi oleh Wapres tadi pagi ketemu empat mata dengan Presiden, dan Presiden diyakinkan untuk bagaimana agar itu dicabut dan akhirnya memang Presiden sudah (mencabut).”
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
