Jejak Politik Rachmawati Soekarnoputri: Tak Pernah Sejalan dengan Megawati hingga Ditangkap Saat Aksi 212

Jejak Politik Rachmawati Soekarnoputri: Tak Pernah Sejalan dengan Megawati hingga Ditangkap Saat Aksi 212

Sukma A

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Rachmawati Soekarnoputri, anak dari Presiden Soekarno ini dikabarkan telah berpulang akibat terpapar virus Covid-19.  Berita duka ini telah dikonfirmasi oleh Bambang Wuryanto, Ketua DPP PDIP.

Rachmawati meninggal dunia pada pagi hari, Sabtu 3 Juli 2021 di RS Gatot Subroto setelah beberapa lama melawan sakitnya.

Semasa hidupnya, Rachma merupakan politikus yang dinilai berbeda dengan sang kakak, Megawati Soekarnoputri.

Melansir dari detikcom, keduanya mulai memiliki jalan yang berbeda dalam dunia politik terjadi usai Megawati memutuskan masuk PDI di era Orde Baru.

Megawati Masuk PDIP, Langgar Janji Putra-Putri Soekarno

Ketika memasuki Orde Baru, Presiden Soeharto meleburkan partai PNI, partai Soekarno digabung menjadi PDI bersama partai-partai lainnya. Guntur, putra sulung Soekarno membuat kesepakatan bahwa putra-putri Soekarno tak akan bergabung di PDIP sebagai bentuk kekecewaan terhadap Soeharto. Namun sayangnya, Mega tetap bergabung dengan PDI.

Baca Juga

Rachmawati mengaku pernah menanyakan secara langsung mengapa Megawati bergabung namun sayangnya Mega enggan menjawab pertanyaan tersebut. Rachmawati curiga adanya skenario pihak-pihak tertentu untuk melemahkan Islam.

“Harus digarisbawahi bahwa ajaran Bung Karno itu tidak untuk satu golongan, namun untuk banyak golongan,” kata Rachmawati pada 2017 silam.

Rachmawati Sebut Megawati Pernah Makar terhadap Gus Dur

Rachmawati membeberkan bahwa Megawati sempat melakukan pembangkangan terhadap Presideng Gus Dur perihal pemilihan Kapolri saat itu.

“Kalau mau bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati Soekarnoputri. Ketika Gus Dur memerintah, Gus Dur sudah mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden. Dia melakukan apa yang dipilih adalah Bimantoro (Surojo Bimantoro),” terang Rachmawati

Bukan Jokowi, Rachmawati Dukung Prabowo di Pilpres 2019.

Jika Partai Megawati, PDIP mengusung Jokowi di Pilpres 2019, Rachmawati tegas menyatakan dukungannya terhadap Prabowo Subianto. Hal tersebut sudah pasti berbeda dengan Megawati.

Menurut kabar, Rachmawati jarang bertemu dengan Megawati. Apalagi setelah Jokowi diusung PDIP menjadi calon presiden melawan Prabowo.

Rachmawati Sempat Ditangkap saat Aksi 212

Mengutip dari detikX, Rachmawati sempat kena tangkap jelang Aksi Bela Islam Jilid 3 pada 2 Desember 2016, atau disebut sebagai Aksi 212. Dia ditangkap bersama dengan tokoh-tokoh lain antara lain Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani, hingga Sri Bintang Pamungkas. Rachmawati bersama delapan orang lain menjadi tersangka dugaan perencanaan makar

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.