Jelang 11 Hari Satu Dekade Kim Jong-il Wafat, Warga Korea Utara Dilarang Tertawa!

Jelang 11 Hari Satu Dekade Kim Jong-il Wafat, Warga Korea Utara Dilarang Tertawa!

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Jelang 11 hari satu dekade Kim Jong-il wafat, warga Korea Utara dilarang tertawa! Korea Utara atau kerap disingkat Korut memang sangat bertolak belakang dengan negara jiran sekaligus ‘saudara’ kandung lain ideologi, Korea Selatan. Pasalnya, banyak hal yang ditabukan di Korea Utara, bahkan dalam hal sepele dan remeh temeh.

Korea Utara sendiri akan memasuki masa berkabung guna mengenang satu dekade ayah Kim Jong-un, Kim Jong-il, yang wafat pada Jumat 17 Desember. Selama 11 hari, warga Korut dilarang melakukan berbagai kegiatan kegembiraan, seperti rekreasi hingga tertawa.

“Selama masa berkabung, kami tidak boleh minum alkohol, tertawa, atau melakukan aktivitas bersenang-senang,” beber seorang warga Korut di Kota Sinuiju, kepada Radio Free Asia via CNNIndonesia awal pekan ini yang diwartakan pada Rabu 15 Desember 2021.

Warga itu kemudian bercerita, pemerintah Korea Utara biasanya mengawasi pergerakan warga selama masa berkabung ini dengan ketat.

“Di masa lalu, banyak orang tertangkap minum-minum atau mabuk di masa berkabung akhirnya ditangkap dan dianggap sebagai pelaku kejahatan ideologi. Mereka dibawa dan tak pernah terlihat lagi,” ungkap warga itu lagi.

Ia melanjutkan kisahnya dengan bilang, bahkan jika anggota keluarga mereka meninggal di masa berkabung, kalian tidak boleh menangis terlalu keras dan jasadnya hanya bisa dibawa setelah masa berkabung berakhir.

“Warga tidak bisa merayakan ulang tahun jika jatuh di masa berkabung,” imbuhnya.

Untuk membangun suasana berkabung, kepolisian sudah dikerahkan sejak awal Januari 2021. Kepolisian diperintahkan untuk langsung menindak warga yang bergelagat bakal melanggar aturan.

“Dari hari pertama Desember 2021, mereka sudah harus menindak warga yang merusak suasana duka. Itu tugas khusus mereka selama sebulan. Saya dengar, aparat penegak hukum tak bisa tidur sama sekali,” paparnya.

Guna menjaga suasana duka, warga juga dilarang berbelanja kebutuhan sehari-hari. Pemerintah pun memerintahkan perusahaan-perusahaan milik negara untuk mengurus orang-orang kelaparan selama masa berkabung itu.

“Kesejahteraan dan keamanan harus tetap terjamin, sehingga perusahaan bertanggung jawab mengumpulkan makanan dan memberikannya ke rakyat dan karyawan yang tidak bisa bekerja karena kekurangan makanan,” imbuhnya.

Warga Korea Utara pun mengeluhkan aturan ini karena sangat merusak waktu mereka untuk mengumpulkan uang, mencari makan di tengah krisis.

“Saya hanya berharap masa berkabung untuk Kim Jong-il hanya sepekan, seperti masa berduka untuk Kim Il-sung. Warga mengeluh karena dipaksa berduka atas kematian mereka hingga seperti orang mati,” timbal salah seorang warga lainnya.

Masa berkabung untuk mengenang pemimpin-pemimpin Korea Utara memang biasanya hanya digelar selama sepekan. Akan tetapi, masa berkabung kali ini diperpanjang lantaran dianggap spesial, yaitu satu dekade.

Sebagaimana dilansir Reuters, Kim Jong-il sendiri memimpin Korea Utara setelah ayahnya yang merupakan pendiri bangsa, Kim Il-sung, wafat pada 1994. Sejak saat itu, ia memimpin Korea Utara hingga meninggal dunia pada 2011 lalu.

Sepeninggal Kim Il-sung, Kim Jong-un naik takhta. Dengan demikian, satu dekade Kim Il-sun ini sekaligus menjadi penyambutan menjelang perayaan satu dekade Kim Jong-un berkuasa.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.