Adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong Ancam Korea Selatan Jika Latihan Militer Bersama Amerika

Adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong Ancam Korea Selatan Jika Latihan Militer Bersama Amerika

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong ancam Korea Selatan jika latihan militer bersama Amerika. Kim Yo-jong, saudara wanita atau adik kandung dari pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, melontarkan ancaman kepada Korea Selatan (Korsel) jika tetap bersikeras melanjutkan latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) pada akhir Agustus 2021 nanti.

Kim Yo-jong mengatakan, Korea Utara akan merusak rencana perbaikan relasi antara Seoul dan Pyongyang jika Korea Selatan tetap melanjutkan latihan bersama AS.

“Pemerintah dan militer kami akan terus mengawasi apakah Korea Selatan melanjutkan latihan perang yang agresif, atau membuat keputusan besar. Harapan atau keputusasaan? Keputusan itu tergantung mereka,” tegas Kim Yo-jong dalam sebuah pernyataan yang dilansir media Korea Utara, KCNA, Minggu 1 Agustus 2021.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir CNNIndonesia, Senin 2 Agustus 2021, Kim Yo-jong juga mengatakan keputusan Korea Utara baru-baru ini untuk memulihkan jalur komunikasi khusus atau hotline dengan Korea Selatan jangan dilihat sebagai sesuatu yang berlebihan dalam relasi kedua Korea.

Menurut wanita yang digadang-gadang sebagai pewaris takhta rezim Korea itu, tidak ada hubungan antara pemulihan hotline komunikasi dengan rencana pertemuan tingkat tinggi pemimpin kedua Korea.

Baca Juga

Pada pekan lalu, KCNA memang melaporkan, sambungan hotline dengan Korea Selatan yang sempat terputus akibat cekcok kedua negara telah kembali beroperasi sejak Selasa 27 Juli 2021 lalu.

Pengoperasian kembali layanan itu sejalan kesepakatan para pemimpin yang ingin membangun lagi kepercayaan dan meningkatkan hubungan diplomasi.

Sementara itu, Korea Selatan menyatakan Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un sudah bertukar beberapa surat dan sepakat untuk menyambung kembali hotline yang sempat terputus.

Korea Utara memutuskan untuk menghentikan saluran telepon itu pada Juni 2020 lalu. Saat itu, hubungan keduanya tengah memburuk lantaran kegagalan pertemuan lanjutan antara Kim dan Presiden AS, Donald Trump yang dimediasi Moon.

Saat itu, Trump ragu Korea Utara bakal mau menghentikan program nuklirnya. Sementara itu, Korea Utara menyatakan, pencabutan sanksi merupakan salah satu syarat denuklirisasi.

Sejak saat itu, Kim terus mengejek pemerintahan Korea Selatan. Pada 2020 lalu, Korea Utara meledakkan kantor penghubung dengan Korea Selatan yang dibangun di wilayahnya.

Sekarang, Moon mulai menaruh harapan tinggi kepada Presiden AS yang baru, Joe Biden guna memulai kembali negosiasi demi menghentikan program nuklir Korea Utara. Moon dan Biden mengaku siap berkomunikasi dengan Korea Utara.

Sejumlah pengamat menganggap masa pandemi Covid-19 ini bisa menjadi jalan pembuka untuk kembali menggandeng Korut, terutama karena negara itu tengah dilanda krisis akibat virus corona.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.