Drama Korea atau K-drama mengacu pada drama televisi di Korea dalam sebuah format miniseri, yang diproduksi dalam bahasa Korea.
Banyak dari drama ini telah menjadi populer di seluruh Asia dan telah memberi kontribusi pada fenomena umum dari gelombang Korea.
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan akan menghukum warganya yang ketahuan menonton drama Korea Selatan.
Dilansir CNN Indonesia menurut Express mengutip laporan dari Radio Free Asia, sebuah rekaman video yang diputar secara luas memperhatikan belasan pria dan wanita warga Korea Utara dihukum dengan mencukur rambutnya.
Mereka ditangkap dan diintograsi karena menirukan ungkapan popular dalam film dan drama Korea Selatan.
- Haris Abdul Rahman Resmi Dilantik Sebagai PAW Anggota DPRD Sulsel Periode 2024-2029
- Kasus Pengadaan Seragam Gratis Pemkab Lutim Naik Penyidikan, Jaksa Segera Ekspose Perkara
- Kartini Masa Kini: Akademisi Perempuan Dorong Kesetaraan Lewat Pendidikan dan Keteladanan
- Mitsubishi Fuso Perkuat Layanan dan Penjualan, Dealer Proshop Resmi Hadir di Sulawesi
- BNI Perkuat Ekonomi Perempuan NTT Melalui Program Anyaman Lontar
Menurut laporan Kim Jong-un memang sedang berupaya keras untuk pencegahan masuknya tren budaya Korea Selatan di Korea Utara.
“Menurut keterangan dalam video tersebut, 70 persen penduduk seluruh negeri menonton film dan drama Korea Selatan,” ujar warga provinsi Hamgyong Utara.
Orang Korea Utara mengatakan bahwa pihak berwenang akan memanfaatkan berbagai upaya untuk penangkapan, untuk hukuman yang lebih berat sekaligus memberikan pendidikan ideologi untuk mencegah penyusupan lanjutan dari budaya Korea Selatan.
Hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan memang sedang memanas belakangan ini.
Korea Utara dan Korea Selatan terus melakukan propaganda meski keduanya sempat sepakat untuk menurunkan tingkat permusuhan pada tahun 2018 lalu.
Hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan telah membeku setelah gagal perundingan di Singapura dan Hanoi, Vietnam antara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dialog tersebut membahas tentang negiosiasi peluncuran senjata nuklir
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, awalnya menjadi perantara dalam dialog tersebut, tapi Korea Utara balik menyalahkan Korea Selatan karena tidak membujuk Amerika Serikat untuk melonggarkan sanksi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
