Terkini.id, Makassar – Jelang lebaran Iduladha, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir mengaku mendukung penuh upaya pemerintah kota dalam memastikan hewan kurban yang layak sembelih.
“Jadi kami mendukung upaya Pemkot ini soal hewan kurban tersebut,” ujar Abdul Wahab Tahir, Senin, 27 Juli 2020.
Wahab menjelaskan bahwa hewan kurban memiliki kriteria khusus yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebab, kata dia, pemotongan hewan kurban harus sesuai dengan syariat.
Untuk itu, pemerintah mesti teliti dalam melakukan pemeriksaan.
“Kalau hewan kurbankan yang sesuai syariat itu harus sehat,” kata Wahab.
- Four Points by Sheraton Makassar Angkat Kuliner Sulawesi Lewat Loka Rasa 2026
- Atasi Krisis Air, PDAM Makassar Usulkan Bendung Karet di Sungai Tello
- Andi Syahrum Usulkan Air Bendungan Nipa-Nipa untuk Tambah Pasokan PDAM Makassar
- Sengketa Lahan dengan Perusahaan, Warga Lutim Malah Dilapor Menghalang-halangi Aktivitas Pertambangan
- Sinergi JTSP dan HMSP UNM Sukses Selenggarakan MOSTEK 2026 Sambut Mahasiswa Baru
Dengan adanya pemeriksaan ini, Wahab menilai masyarakat akan merasa lebih aman dan terjamin dalam memilih hewan kurban yang akan dibelinya.
“Dimohon kepada seluruh pedagang hewan kurban harus memenuhi standar hukum syariat sehingga syarat mutlak untuk kurban dapat terpenuhi,” ungkap Wahab.
Persoalan hewan kurban pada tahun ini dianggap memerlukan kewaspadaan lebih dibanding tahun sebelumnya lantaran adanya pandemi Covid-19.
Pemerintah memelukan langkah khusus dalam memastikan Iduladha tahun ini tak menjadi kluster baru di masyarakat.
Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin meminta seluruh pihak lebih berhati-hati dalam pelaksanaan Iduladha 1441 Hijriah tahun ini.
Ia dengan tegas meminta penerapan protokol Covid-19 harus ditegakkan di semua lini.
Senda dengan itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (DP2) Abdul Rahman Bando mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan di sejumlah tempat.
Abdul Rahman mengatakan sebanyak 500 Sapi di Rumah Potong Hewan yang telah diperiksa.
“Ditemukan 75 ekor yang tak layak, kemudian kurban yang diperdagangkan sebanyak 507 di hari pertama dan ditemukan sebanyak 87 tidak layak, kemudian di hari kedua sebanyak 1.621 dan sebanyak 240 yang ditemukan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memberikan surat keterangan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban yang tidak layak sembelih tersebut
Abdul menegaskan, selain melakukan pemeriksaan, tim terpadu yang dibentuk juga memastikan para pedagang tetap menerapkan protokol Covid-19.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
