“Kami mengucap syukur atas apa yang telah dikerjakan bagi kami, sehingga adik kami bisa ditemukan. Hari ini bisa ditutup petinya, sehingga kami akan segera membawanya ke Jakarta,” tutur Felix didampingi sang istri tercinta Natasha Wibisono.
Dirinya juga ikut mendoakan seluruh korban dalam insiden ini agar bisa segera ditemukan dan keluarga diberikan kekuatan menghadapi cobaan ini.
Ia merdoa agar korban-korban lain juga bisa segera ditemukan dan keluarga mereka diberikan kekuatan menghadapi cobaan tersebut.

“Kami terus berdoa agar korban yang lain bisa segera ditemukan sehingga kita semua kembali ke tempat masing-masing, membawa balik saudara dan kerabat kami yang ada. Berharap keluarga dikasih kekuatan juga sama seperti kami,” harap Felix.
Untuk diketahui, Pramugari Florencia Lolita Wisobo yang sudah belasan tahun bekerja di atas burung besi itu ditemukan di jurang dengan kedalaman 500 meter dari puncak gunung Bulusaraung, pada Senin 19 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 WITA.
- Indosat Buka Rumah Haji & Umrah, Jamaah Lebih Tenang Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci
- Hari Hemofilia Sedunia 2026, RSUP Wahidin Tekankan Deteksi Dini dan Akses Perawatan
- "Geology of The Sulawesi Region" Diluncurkan, Ungkap Keunikan Geologi Pulau Sulawesi yang Mendunia
- Nahkodai KLH/BPLH, Menteri Jumhur: Environmental Ethics Jadi Penyelamat Bumi
- Polbangtan Kementan Terapkan Tanam Modern, 75 Hektare Digarap dengan Drone
Jenazah almarhumah baru dapat dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara pada Selasa 20 Januari 2026 malam.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa lokasi kejadian berada di medan yang sangat ekstrem, berupa tebing curam dengan perkiraan posisi korban berada di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak sehingga menuntut kehati-hatian dan teknik evakuasi khusus.

“Tantangan terbesar yang dihadapi tim SAR gabungan saat ini adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” jelasnya.
Basarnas sendiri memprioritaskan evakuasi melalui jalur udara. Namun, upaya tersebut belum dapat dilaksanakan karena jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut tebal di sekitar lokasi kejadian.
“Evakuasi melalui udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan. Oleh karena itu, kami mengoptimalkan unsur darat yang secara bertahap melakukan pencarian dan upaya evakuasi,” ungkap Syafii.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
