Terkini, Makassar – Jenazah pramugari Indonesia Air Transport PK-THT ATR 42-500 yang ditemukan meninggal dunia dan berhasil diidentifikasi pada Rabu 21 Januari 2026.
Pasca dilakukan identifikasi oleh dukungan Tim Dokkes Polri dan unsur terkait lainnya, peti jenazah Almarhumah wanita yang akrab disapa Olen kepada keluarganya.
Peti jenazah Florencia diserahkan langsung oleh Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr Muhammad Haris, didampingi manajemen Indonesia Air Transport, kepada ayah almarhumah dan disaksikan beberapa saudara, pihak perusahaan dan kerabatnya.

Berdasarkan pantauan terkini.id, peti jenazah mantan Pramugari Wings Air tersebut tampak bernomor Post Mortem PM 62.B.01 dinyatakan cocok dengan ante mortem nomor AM004 yang teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono.
Usai penyerahan, jenazah jebolan Universitas Pelita Harapan tersebut disemayamkan di ruang Posko DVI Biddokes Polda Sulsel.
- Indosat Buka Rumah Haji & Umrah, Jamaah Lebih Tenang Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci
- Hari Hemofilia Sedunia 2026, RSUP Wahidin Tekankan Deteksi Dini dan Akses Perawatan
- "Geology of The Sulawesi Region" Diluncurkan, Ungkap Keunikan Geologi Pulau Sulawesi yang Mendunia
- Nahkodai KLH/BPLH, Menteri Jumhur: Environmental Ethics Jadi Penyelamat Bumi
- Polbangtan Kementan Terapkan Tanam Modern, 75 Hektare Digarap dengan Drone
Terpantau sekira pukul 16.36 WITA peti jenazah diberangkatkan menuju Bandara Sultan Hasanuddin Internasional Makassar di Maros dan akan diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat Batik Air ID 6231.

Pesawat dijadwalkan berangkat pukul 21.05 WITA dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros Sulawesi Selatan.
Kepada awak media, Kakak Ipar Florencia Lolita Wisobo, Felix didampingi sang istri, Natasya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam peristiwa jatuhnya pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 pada 17 Januari 2026 lalu.

“Terima kasih kepada Basarnas, TNI/Polri, Biddokkes Polda Sulsel, PSDKP, KKP, serta secara khusus kepada perusahaan tempat Florencia bekerja sebagai pramugari di IAT (Indonesia Air Transport) dan Angkasa Pura, serta seluruh pihak yang telah berusaha keras untuk menemukan adik kami,”urai Felix kepada awak media.
Tidak lupa, Felix dan keluarga menyampaikan rasa syukur atas apa yang telah dikerjakan tim SAR gabungan maupun seluruh pihak yang membatu menemukan adiknya yang kena musibah kecelakaan pesawat di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
