Terkini.id, Jakarta – Jokowi telah menginstruksikan jajarannya untuk segera mengatasi kasus stunting di Indonesia. Bentuk tanggung jawab dari arahan yang telah diberikan Jokowi, menkes RI akan menambahkan vaksin PCV dan Rotavirus menjadi vaksin wajib yang harus diterima anak-anak Indonesia.
Budi Gunadi Sadikin selaku menkes RI mengemban tiga tugas yang diberikan Presiden Jokowi yaitu vaksinasi dapat selesai secepatnya, mengatasi pandemi, dan transformasi/reformasi kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, Budi mengutarakan program kerjanya dalam Dialog Diaspora Kesehatan Indonesia.
Dikutip dari Youtube Ditjen Nakes dengan judul Pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika & Eropa yang dilaksanakan pada Senin, 18 April 2022, menkes RI menjelaskan strateginya untuk mengatasi sunting.
“Kita akan naikkan vaksin wajibnya kita, dari 11 antigen menjadi 14, kita tambah HPV, PCV, sama Rotavirus,” kata Budi dalam pertemuan tersebut.
- Menkes Janji Usut Kematian Dokter Paru-Paru di Papua
- Menkes Dukung Usulan Gubernur Sulsel Untuk Melibatkan SDM dari Sulsel untuk RS UPT Vertikal Makassar
- Menkes Sebut Subvarian XXB Dominasi Kasus Covid-19 di Indonesia Sejak Tiga Minggu Terakhir
- Ubah RSUD Jadi Rumah Sehat, Anies Baswedan Dikritik Warganet: Kalo Ganti Nama Pak Ogah Aja Bisa!
- Anies Baswedan Ubah RSUD Jadi Rumah Sehat Untuk Jakarta, Menkes: Untuk Branding
Dimana vaksin Human papillomavirus (HPV) untuk mencegah penyakit kanker serviks, vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk mencegah pneumonia dan vaksin Rotavirus untuk mencegah penularan diare.
Perlu diketahui bahwa stunting adalah adalah kondisi dimana tinggi badan seseorang kurang dari normal berdasarkan usia dan jenis kelamin. Kasus stunting di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara-negara di Asia, yaitu posisi ketiga tertinggi setelah Timor Leste dan India.
Kondisi stunting atau yang biasa disebut kerdil ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor genetik, kondisi ekonomi, jarak kelahiran, riwayat BBLR, anemia pada Ibu, hygine dan sanitasi lingkungan, serta infeksi.
Tak hanya menyebabkan stunting, infeksi juga dapat menyebabkan kematian. Infeksi pneumonia dan diare merupakan 2 dari 5 penyebab tertinggi kematian balita di Indonesia. Padahal infeksi tersebut masih bisa dicegah dengan pemberian vaksinasi.
“Kita pengen kasih vaksinnya agar tidak terjadi infeksi sehingga asupan gizi yang masuk benar-benar bisa buat pertumbuhan,” tuturnya.
Dilansir dari Kompas.com, Jokowi berharap pada tahun 2024 mendatang angka stunting di Indonesia yang tadinya 24,4 persen akan turun menjadi 14 persen.
Beliau tidak ingin ada anak-anak bangsa yang mengalami stunting lagi. Oleh karena itu menkes menambahkan vaksin PCV dan Rotavirus ke dalam program imunisasi rutin sebagai upaya preventif mengatasi stunting.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
