Makassar Terkini
Masuk

Ubah RSUD Jadi Rumah Sehat, Anies Baswedan Dikritik Warganet: Kalo Ganti Nama Pak Ogah Aja Bisa!

Terkini.id, Jakarta- Pengubahan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai kritikan publik. 

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Anies Baswedan telah mendiskusikan terait perubahan istilah RSUD menjadi Rumah Sehat

Kendati demikian, publik terus mencecar kebijakan Gubernur Anies Baswedan dengan kritikan pedas. 

Salah seorang warganet bernama akun Aki Tulalit atau @YRadianto turut berkomentar melalui akun Twitternya. 

Komentar warganet tersebut dituliskan dan diunggah pada Sabtu 6 Agustus 2022. 

Warganet tersebut mengkritik kebijakan Anies Baswedan dengan menyamakannya dengan “Pak Ogah”. 

Bahkan, warganet tersebut juga menuliskan tagar Bapak Politik Identitas.  

“Kalo cuma ganti nama mah Pak Ogah aja bisa!” tulis warganet tersebut.

“#BapakPolitikIdentitas,” pungkasnya.

(Twitter/YRadianto)

Senada dengan akun Aki Tulalit, warganet lain juga mengkritik Anies Baswedan di kolom balasan. 

Warganet bernama akun @EffendiRistriy1 menyindir Anies Baswedan sebagai gubernur yang tidak sehat. 

Dalam tulisannya, dia menginginkan untuk mengganti Anies Baswedan dengan gubernur yang sehat.  

“Kenapa tidak ganti gubernur yang sehat saja?” tulisnya. 

Warganet tersebut juga melampirkan sebuah gambar sindiran kepada Anies Baswedan. 

Gambar tersebut menyebut Anies Baswedan sebagai satu-satunya gubernur di Indonesia yang memiliki program mengumpulkan piagam.

(Twitter/EffendiRistriy1)

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi menegaskan bahwa perubahan istilah RSUD menjadi Rumah Sehar hanya untuk keperluan penjenamaan atau branding. 

Menkes Budi Gunadi juga mengatakan bahwa perubahan istilah tersebut tetap menggunakan nomenklatur rumah sakit secara legal. 

“Update yang disampaikan ke kami adalah secara legal itu tetap rumah sakit, tetapi branding-nya, logonya itu memakai rumah sehat. Kalau buat kita yang penting akta legalnya itu pakai apa,” ucap Budi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis 4 Agustus 2022.

Pandangan Budi terhadap perubahan nomenklatur itu tak ubahnya perubahan logo guna memberikan pesan ke masyarakat.  

Menurut Budi, ada juga rumah sakit yang tidak menggunakan nomenklatur “rumah sakit” untuk pemasaran mereka selama ini, meski secara legal tetap rumah sakit.

Mengutip dari Kompas.com pada hari Kamis 4 Agustus 2022, Budi mengatakan bahwa mesti dibedakan apa nama legalnya apa nama branding-nya. Selain itu dia juga mengatakan bahwa misalkan ada rumah sakit yang memakai (kata) hospital yang kalau dilihat logonya ialah ‘apa, apa hospital’ akan tetapi aktanya tetap memakai rumah sakit. 

Budi juga tidak menjawab lebih lanjut saat ditanya mengenai penting tidaknya mengubah nama rumah sakit menjadi rumah sehat seperti halnya yang dilakukan Anies. 

Budi juga mengatakan bahwa itu masing-masing selera dan jika wartawan ingin mengubah logonya masa menkes yang atur.