Terkini.id, Jakarta – Mantan Direktur Publikasi dan Pendidikan Publik YLBHI, Agustinus Edy Kristianto mendesak Presiden Jokowi untuk mereshuffle kabinetnya.
Pernyataan ini ditujukannya untuk Luhut Binsar Panjaitan serta Erick Thohir, usai keduanya diduga terlibat dalam bisnis PCR.
Dikutip dari suara.com, Rabu 3 November 2021, Agustinus menduga Luhut dan Erick terlibat dalam konflik kepentingan antara bisnis tes PCR di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) dengan kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19.
“Untuk memulihkan dan mengobati kekecewaan, rasa terluka masyarakat, Jokowi harus melakukan langkah yang ‘radikal’, dia harus melakukan perombakan kabinet di sektor yang disoroti masyarakat, di sektor yang potensi dugaan penyelewengannya tinggi, seperti kasus PCR ini, dua orang itu adalah pintu masuk,” kata Agus.
Ia pun menyebut kebijakan tes PCR untuk perjalanan yang berubah-ubah dalam waktu cepat belakangan ini juga disebabkan oleh konflik kepentingan antara pebisnis dan pemerintah.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Menurutnya, Jokowi harus bertindak tegas agar dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat.
“Kalau kita mau melawan Covid-19 masyarakat harus percaya sama pemerintah, sekarang tidak percaya loh, ah benar tidak ini PCR, besok udah ganti lagi, nah itu kan menghambat,” tuturnya.
“Jadi sepulangnya dari kunjungan kerja ke Dubai, Presiden Jokowi harus benar-benar memikirkan ini,” lanjut Agus.
Agustinus juga meminta kepada masyarakat agar turut serta memberikan sanksi sosial kepada pejabat yang mengambil keuntungan saat pandemi ini.
“Hukuman sosial harus berjalan, karena ini mau Pemilu, ini bisa jadi pendidikan politik bagi masyarakat bahwa kita tidak bisa asal memilih pemimpin kta, tidak tidak bisa bayar pajak doang tapi tidak diawasi, kita jangan gampang lupa dulu begini nyalon lagi dipilih lagi,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
