Masuk

Jokowi Dijadwalkan Akan Resmikan Proyek Kereta Api Makassar-Parepare Akhir Oktober 2022

Komentar

Terkini.id, Makassar – Balai  Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan proyek kereta api Makassar-Parepare sepanjang 71 kilometer bisa rampung di akhir Oktober. Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan meresmikan rute yang menghubungkan Maros-Barru tersebut.

Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan menyebut rencana peresmian jalur kereta oleh Jokowi sudah dibicarakan dalam beberapa kali rapat pimpinan bersama Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubunandan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Andi Amanna Gappa selaku ketua Kepala BPKA mengungkapkan “Rencana akan diresmikan oleh Pak Presiden pada Oktober  pertengahan atau akhir. Kita tunggu informasi resminya,”  di kutip dari detik.com

Baca Juga: Heboh, Pernyataan Jokowi Seputar Pemimpin Rambut Putih, Denny Siregar: Bukan Ganjar, Bapak Rambutnya Hitam

Dia juga menjelaskan saat ini proses konstruksi rel terus dikebut. Diakuinya masih ada beberapa titik saat ini belum rampung sehingga rel belum tersambung. Termasuk ada pengerjaan pergeseran jembatan kereta yang akan dilakukan akhir bulan ini di wilayah Maros. 

“Masih ada 2 bulan. Kita optimis rel kurang lebih 71 kilometer sudah beroperasi akhir Oktober nanti,” jelasnya.

Untuk persiapan beroperasinya kereta api pertama di Sulawesi ini, pihaknya sudah merekrut SDM besar-besaran. Terutama untuk petugas tiket, security dan tenaga staf lainnya yang akan ditempatkan di stasiun-stasiun nanti.

Baca Juga: Jokowi Menyebut Orang yang Berambut Putih Adalah Pemimpin Rakyat

“Tenaga-tenaga rekrutan ini SDM lokal di Sulsel. Saat ini dalam proses pelatihan. Nanti disebar ke stasiun-stasiun di sepanjang rute kereta api,” jelasnya.

Sementara untuk sistem tiket, pihaknya menggandeng PT Borsya Digital Smartindo (BDS) untuk menyiapkan infrastrukturnya. Menurutnya ada komitmen perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak PT BDS sebagai bentuk kolaborasi.

“Platform terus dikembangkan. Ada SuperApp juga disiapkan untuk memudahkan pemesanan tiket seperti KAI Access. Nama aplikasinya sementara dirumuskan,” bebernya.
Namun menurutnya, penyediaan tiket dengan sistem digital ini akan bertahap dilakukan. Untuk tahap awal, tiket kereta api juga masih akan menerapkan skema cetak atau manual. Ada pembelian di loket-loket yang disediakan.

“Nanti bertahap dari tetap cetak tiket lalu misalnya ke skema e-ticket. Kemudian nanti cukup di-tap saja saat keluar masuk stasiun. Arahnya ke sana,” tuturnya.

Baca Juga: Relawan Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa Saat Jokowi Tiba di GBK

Hasbudi menjelaskan, ada sedikit perbedaan dalam pengelolaan KA Makassar-Parepare karena sudah sesuai dengan UU Perkeretaapian.

Menurut aturan, penyelenggara sarana dan prasarana dipisahkan. Operator fasilitas tersebut adalah PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan perusahaan daerah.

“Kemudian akan menjadi operator infrastruktur, untuk mempertahankannya selama beberapa tahun, sehingga akan dipisahkan (dengan operator fasilitas),” katanya.

Untuk bagiannya, untuk stasiun, Railway Management Center akan turun tangan. Lain halnya dengan stasiun Jawa yang dikelola PT KAI.

Penulis: Pranov Ramadhan