Jokowi Ingatkan APBN dan APBD Digunakan Untuk Belanja Produk Lokal Bukan Impor

Jokowi Ingatkan APBN dan APBD Digunakan Untuk Belanja Produk Lokal Bukan Impor

R
Cici Permatasari
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar digunakan untuk belanja produk lokal bukan produk impor.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan arahan dan evaluasi Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI), di Jakarta Covention Center (JJC) pada Selasa, 24 Mei 2022.

Jokowi mengatakan APBN dan APBD merupakan uang rakyat jadi tak boleh digunakan untuk membeli barang inpor.

“SSeperti yang disampaikaan di Bali, karena APBN dan ABPD uang rakyat, jangan kita belikan barang impor. Keliru besar kalau kita lakukan hal itu,” ujar Jokowi dilansir dari Kompascom. Rabu, 25 Mei 2022.

Jokowi juga memperingatkan para menterinya untuk tidak menyimpang dari perintahnya. Setiap dua bulan, dia akan menghadiri pertemuan Aksi Afirmasi BBI.

Ia juga akan selalu meminta penilaian terhadap kemajuan program.

Selain itu, Jokowi juga menekankan pentingnya pimpinan unit kerja, khususnya pejabat eselon I dan II, yang merupakan pengambil kebijakan utama dalam hal belanja barang dan jasa untuk produk dalam negeri.

“Sekali lagi APBN dan APBD jangan untuk beli barrang-barang impor. Dan yang hadir disini terutama eselon I eselon II, Sekdaa (sekretari daerah) adalah pengambil kebijakan. Pengambil keputusan, pelaksana kebijakan besarnya itu ada di Menteri dan Wali Kota. Tap pelaksanaannya di bapak ibu semuanya, sehingga kita undang biar kita miliki pemikitan yang sama,” tegas Jokowi.

Jokowi juga meminta agar Gubernur, Walikota, dan Sekda secepatnya menambahkan produk lokal yang lebih baik di daerahnya masing-masing ke dalam e-catalog lokal.

Pasalnya, hanya 46 pemerintah daerah dari 514 kabupaten dan kota di 34 provinsi di Indonesia yang memiliki e-katalog, padahal standarnya sudah disederhanakan dari delapan menjadi dua langkah.

“Padahal untuk membangun e katalog local syaratnya tidak seperti dulu. Dulu memang rumit, sekarang sangat simple, gampang sekali. Sekali lagi saya minta kepala daerah, sekda segera dilakukan produk-produk local,produk unnggulan daerah masuk ke e-katalog local,” tutur Jokowi.

“Barang-barang local harus bisa masuk kedalaam e-katalog local. Semuanya harrus bisa. Semuanya aakaan berputar. Kalau pemerintah banyak, akan menambah lapangan kerja, dan akhirnya membuka lapangan kerja. Ini tujuan kita,” lanjutnya.

Presiden menekankan agar produk-produk local yang dihasilkan semakin menarik konsumen,khususnya K/L dan Pemda, dan mampu bersaing dngan produk impor sejenis. Tujuan besarnya mampu memicu pertumbuhan ekonomi daerah dan  nasional.

“Sehingga nanti semakin banyak produk local, produk unggulan daerah semuanyamasuk ke e-katalog dan itu akan mentrigger ekonomi daerah dan itu saya pastikan akan membuka lapangan kerja di daerah tanpa kita sadari,” kata Jokowi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.