Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu menanggapi berita soal Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang mengeluhkan stok minyak goreng curah di pasar tradisional.
Said Didu menyindir bahwa jika penguasa tertinggi seperti Jokowi hanya terus mengeluh, maka apa yang dapat dilakukan rakyat.
“Kalau penguasa tertinggi hanya terus mengeluh – rakyat bisa apa?” kata Said Didu melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 30 Maret 2022.
Dilansir dari berita Kompas yang ditanggapi Said Didu, Presiden Jokowi menemukan bahwa stok minyak goreng curah di pasar tradisional masih sedikit.
“Untuk minyak curah ada di situ, tapi stoknya tidak banyak. Tadi saya lihat sisanya di situ tinggal kira-kira 2 liter,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangannya usai meninjau Pasar Rakyat di Magelang, Jawa Tengah, Rabu.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa harga minyak goreng curah di pasar tradisional masih belum sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Dalam kunjungan kerjanya ke pasar tradisional di Purworejo dan Magelang, Presiden Jokowi mengatakan bahwa minyak goreng curah dijual seharga Rp15.500 per liternya.
“Harganya Rp15. 500, masih belum mencapai apa yang kita inginkan di Rp14.000,” ungkapnya.
Sementara, menurutnya, minyak goreng kemasan di pasar tradisional rata-rata dijual seharga Rp24.000 per liter.
“Tadi saya melihat di dua pasar, di Purworejo dan sekarang ini di Magelang, utamanya untuk minyak kemasan, harganya rata-rata Rp24.000,” kata Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi tidak hanya mengecek ketersediaan minyak goreng curah dan kemasan, tapi juga sejumlah kebutuhan pokok jelang Ramadan.
Menurunya, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional masih dalam posisi terjangkau.
“Dan harga-harga yang lain saya lihat masih pada posisi yang baik,” kataya.
Jelang Ramadan ini, Presiden Jokowi pun berharap stok minyak goreng dapat terpenuhi sehingga masyarakat tidak terganggu dalam menjalankan ibadah Ramadan maupun Idulfitri.
“Yang penting memang jangan sampai harga naik terlalu tinggi, biasanya kalau menjelang Lebaran kan seperti itu kebiasaannya,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
