Terkini.id, Jakarta – Dokter Tifauzia Tyassuma atau Tifa menyindir Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang mengaku dihubungi beberapa Kepala Negara terkait susahnya mengatasi persoalan dunia saat ini.
Dokter Tifa meminta Jokowi untuk jangan berhalusinasi. Ia menyindir bahwa kemampuan berbahasa Inggris Jokowi tidak lancar dan tidak ada Kepala Negara lain yang ingin meneleponnya.
“Ditelpon siapa? Jangan meng-halu, ah. Bahasa Inggris belepotan. Siapa juga mau telepon,” kata Dokter Tifa melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 26 Maret 2022.
“Negara lain biasa saja. Siap-siap saja. Bahkan menghadapi Perang Dunia III saja mereka sudah siap. Jangan-jangan telpon sama diri sendiri?” sambungnya.
Bersama pernyataannya, Dokter Tifa membagikan tangkapan layar berita berjudul “Jokowi: Saya Ditelepon Beberapa Kepala Negara, Semuanya Bingung Atasi Persoalan Dunia Saat Ini”.
Dilansir dari Kompas, Presiden Jokowi menceritakan bahwa dirinya baru-baru ini mendapat telepon dari sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan di dunia.
Jokowi menyebut para pemimpin dunia itu mengeluhkan kondisi dunia yang tidak pasti akibat pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.
Hal ini disampaikan Jokowi saat memberi pengarahan pada acara “Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia” yang digelar di Bali dan disiarkan secara virtual pada Jumat, 25 Maret 2022.
“Semua negara betul-betul pusing semua. Dalam dua minggu ini saya dapat telepon beberapa kepala negara/pemerintahan,” kata Jokowi
“Kemarin Presiden (Prancis) Emmanuel Macron telepon, sebelumnya Presiden (China) Xi Jinping telepon, sebelumya Perdana Menteri (Kanada) Justin Trudeu telepon,” sambungnya.
“Sebelumya Kanselir Jerman Olaf Scholz telepon. Semuanya sama. Bingung menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita alami bersama,” katanya lahi.
Jokowi lalu menjelaskan bahwa saat ini semua negara sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Menurutnya, dampak pandemi dan perang membuat prediksi yang telah ditetapkan dalam kebijakan negara tidak bisa lagi dihitung dengan angka-angka yang pasti.
Selain itu, ada pula dampak lain, yaitu kelangkaan energi yang menyebabkan naiknya harga minyak mentah dunia.
“Coba kita lihat naik yang dulu hanya 50-60 dolar AS per barrel, sekarang menjadi 118 dollar AS per barrel. Dua kali lipat,” kata Jokowi.
“Sehingga negara-negara yang tidak menyubsidi BBM (bahan bakar minyak) harganya naik langsung dua kali lipat. Bayangkan kita (BBM) naik 10 persen saja demo-nya tiga bulan. Ini naik dua kali lipat. Artinya 100 persen naik,” tambahnya.
Selain minyak, kenaikan harga juga terjadi pada gas dan pangan. Bukan hanya itu, kelangkaan kontainer juga terjadi sehingga menyebabkan harganya naik hingga lima sampai enam kali lipat.
“Hal-hal seperti ini semua kita harus mengerti, larinya ke mana harus mengerti. Yang titik akhirnya kenaikan inflasi. Hati-hati kita sekarang bisa mengendalikan inflasi 2,2 persen,” jelas Jokowi.
“Amerika yang biasanya tidak lebih dari 1 persen sekarang sudah di angka 7,5 persen. Semua negara naik, naik, naik. Bahkan Turki naik hampir 50 persen. Ini yang semua gubernur, bupati, dan wali kota serta dirut BUMN (Badan Usaha Milik Negara) harus mengerti dan bisa mencari jalan keluar bagaimana mengendalikannya,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
