Jokowi Persilahkan Masyarakat Mudik dengan Syarat Vaksin Booster, Imam Shamsi: Apakah yang Hadir di Balapan Dipersyaratkan?

Terkini.id, JakartaImam Shamsi Ali seorang Presiden Of Nusantara Foundation belum lama ini menaggapi pernyataan Presiden Jokowi yang mempersilakan masyarakat mudik saat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah dengan syarat menjalani vaksinasi booster.

Hal tersebut disampaikan Imam Shamsi Ali melalui sebuah cuitan diakun media sosial Twitter miliknya.

Dalam tanggapan, terkait hal tersebut, Imam Shamsi pernyataan menyiratkan ada hal yang tidak fair dari pernyataan Presiden Jokowi beberapa hari lalu.

Baca Juga: Fadli Zon Sindir Pengawalan Ketat Presiden Jokowi ke Ukraina, Ruhut:...

Lantas dari hal tersebut, Imam Shamsi membandingkan dengan kehidaran ribuan masyarakat pada ajang MotoGP yang digelar di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat akhir pekan lalu.

Dimana saat itu tidak ada syarat harus melakukan atau melaksanakan vaksinasi booster untuk bisa menjadi penonton Mrc Marquez cs.

Baca Juga: Sebut Gibran Rakabuming Belum Sanggup Berkontestasi di Pilgub DKI Jakarta,...

“Apakah yang hadir di balapan motor Mandalika dipersyaratkan Booster?” tuturnya.

Lanjut “Kalau tidak, lalu kenapa yang mudik ada syaratnya? Pungkasnya. Dikutip dari Geloracom. Kamis, 24 Maret 2022.

Selain dari itu, Imam Besar Islamic Center New York ini bahkan menilai bahwa masalah mendasarkan bukan pada orang sudah vaksin atau dibooster. Tapi pada aturan yang seolah tidak diterapkan mereta dan adil pada seluruh rakyat.

Baca Juga: Sebut Gibran Rakabuming Belum Sanggup Berkontestasi di Pilgub DKI Jakarta,...

“Pada penerapan aturan yang kadang kehilangan ‘sense of justice’ tidak fair itu meresahkan,” tulisnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mempersilahkan masyarakat untuk mudik saat hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Hanya saja, Presiden Jokowi meminta masyarakat untu lebih dulu mendapatkan dua kali suntikan vaksin Covid 19 dan suntikan penguat (booster).

“Bagi masyarakat yang ingin melakukan mudik, dipersilahkan juga diperbolehkan dengan syarat sudah mendapatkan dua kali vaksin dan sekali booster serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tutur Jokowi.

Bagikan