Debat Calon Bupati-Wakil Bupati Bulukumba: Tanggapan Putra Daerah

TANPA sengaja saya membuka YouTube pagi ini dan menemukan sebuah link live YouTube Inews yang sedang menyiarkan debat paslon Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba. Tentu sebagai Putra daerah saya sangat tertarik untuk mengikutinya. 

Saya pertama kali menyampaikan apresiasi sekaligus kebanggaan kepada semua paslon yang telah tampil secara baik dan maksimal. 

Mereka semua saat ini adalah representasi wajah terbaik dari putra-putri Bulukumba tercinta. 

Baca Juga: Urgensi Tawadhu Dalam Dakwah

Namun demikian sebagai warga, apalagi memang berada pada posisi yang jauh dari daerah ini, tentunya ada keinginan ideal yang kuat untuk melihat Bulukumba tumbuh lebih baik, makmur, aman,  berkeadilan dan bermartabat.

Potensi besar yang dimiliki  Bulukumba tidak dapat dingkari. Potensi itu ada hampir pada semua sektor. Sektor ekonomi dalam segala aspeknya, termasuk pertanian, keragaman bahari (kekayaan laut), hingga pariwisata. Siapa yang tidak akan jatuh hati dengan pantai Bira dengan pasir putihnya misalnya?

Baca Juga: Ponpes Nur Inka Nusantara Madani AS Siapkan Program Pesantren Musim...

Bulukumba juga kaya akan SDM. Begitu banyak guru-guru besar di berbagai universitas dari kalangan putra-putri Bulukumba. 

Belum lagi berbicara tentang kekayaan budaya yang ada di Bulukumba. Salah satu misalnya yang dapat menjadi atraksi dunia internasional adalah budaya Konjo di Kajang. 

Tapi sekali lagi semua ini memerlukan pengelolaan yang handal agar dapat dimaksimalkan dan membawa manfaat maksimal bagi pembangunan Bulukumba dan khususnya lagi bagi kesejahteraan warganya.

Baca Juga: Ponpes Nur Inka Nusantara Madani AS Siapkan Program Pesantren Musim...

Selama ini, pemerintah daerah Bulukumba telah berusaha melakukan yang terbaik. Tapi hari ini dan ke depan Bulukumba memerlukan perhatian dan pengelolaan yang lebih baik lagi. Apalagi dalam konteks keterbukaan dunia gobal yang semakin kompetitif.

Dalam konteks inilah pemerintah akan banyak memainkan peranan untuk menentukan wajah Bulukumba kedepan. Dengan kemampuan menejerial yang handal, wawasan yang luas dan berkemajuan (visioner), memiliki pemahaman pemerintahan (governance) yang mumpuni, serta berkarakter dan berintegritas, Bulukumba akan menjadi salah satu daerah terkuat dan termaju di Sulsel bahkan di Indonesia.

Menimbang Debat Kandidat 
Mendengarkan pemaparan para kandidat malam ini membuat saya kagum. 

Sejujurnya semua kandidat punya semangat yang sama. Ada semangat untuk membangun Bulukumba menjadi daerah unggul dengan potensi yang dimilikinya. 

Hanya saja sebagai warga atau Putra daerah Bulukumba yang sudah cukup lama di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat, saya bisa memilah-milah mana pemaparan yang lebih sesuai, logis, imbang, terukur dan realistis. 

Kita ketahui bahwa dalam perdebatan-perdebatan calon pejabat publik kerap kita temukan penyampaian-penyampaian yang kurang pas, kurang logis, bahkan tidak terukur dan tidak realistis. 

Tidak jarang juga ada penyampaian yang kurang jujur dengan realita yang sesungguhnya.

Saya memulai dari kemampuan “delivery” masing-masing paslon. Delivery yang kita maksud adalah kemampuan para paslon dalam mengekspresikan ide dan pikiran kepada publik. 

Hal ini penting karena pejabat memerlukan kemampuan komunikasi yang handal dalam menyampaikan ide dan pemikirannya. 

Tanpa tendensi apa-apa saya melihat pasangan nomor 3 (Kacamatayya) memiliki kapasitas ini. Penyampaian calon Bupati Tomy dengan tenang, bahasa yang runut, sistematis, sederhana dan mudah dimengerti menambah keyakinan bahwa yang bersangkutan memang punya latar belakang pendidikan dan pengalaman yang mapan. 

Ditambah lagi oleh calon wakilnya yang juga mampu mengkomunikasikan ide dan pemikirannya secara baik. 

Penampilan pasangan nomor tiga juga sangat pas dan terukur. Sensitifitas kesukuan di Bulukumba terwakili secara baik. Passapu Konjo dan Songkok Bugis adalah perpaduan yang serasi. 

Tentu yang tidak kalah pentingnya juga adalah kemampuan mengendalikan situasi dengan kedewasaan dan karakter yang tenang. 

Hal itu dapat dilihat pada respon terhadap kritikan dengan tetap tenang dan dengan ekspresi kata-kata yang sopan dan santun. 

Dari segi konten saya melihat semua kandidat punya penyampaian yang berbobot. Tapi lagi-lagi pasangan Kacamatayya memiliki konten penyampaian yang nyata berdasarkan fakta dan data yang ada. 

Ini tentunya didukung oleh kenyataan bahwa Tomi memang adalah wakil Bupati (incumbent) saat ini.

Argumentasi-argumentasi yang disampaikan selalu berlandaskan kepada aturan yang ada. 

Misalnya ketika menjelaskan tentang harmonisasi program daerah, propensi dan nasional. Tomi menyampaikan fakta bahwa ada program yang memang menjadi wewenang pusat, wewenang propensi, dan juga daerah. Tapi ada juga yang menjadi tanggung jawab bersama.

Masalah pembinaan keagamaan saya melihat program Paslon Kacamatayya memiliki kelebihan-kelebihan, khususnya dalam konteks pengembangan pesantren-pesantren di Bulukumba dengan pembentukan perda khusus tentang pesantren.

Sebagai santri, saya tentunya berharap bahwa pondok-pondok pesantren di Bulukumba mendapat dukungan pemerintah secara maksimal dan diberikan ruang yang luas dalam membina Keislaman warga Bulukumba, khususnya di kampung-kampung dalam termasuk daerah Amma Toa di Kajang. 

Saya hanya ingin mengatakan bahwa secara umum semua kandidat bagus. Tapi sekali lagi terkadang kita mendengarkan ide-ide yang rasanya tidak logis dan tidak realistis. 

Pasangan nomor 2 misalnya menyampaikan beberapa hal yang rasanya kurang logis dan tidak realistis. 

Disampaikan misalnya bahwa pasangan ini akan mengembangkan pembinaan keagamaan dengan menggunakan dana pribadi. 

Benar kata Tomi, bahwa pemerintahan itu bukan mengurus rumah tangga. Dan karenanya pribadi bukan andalan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. 

Justeru yang perlu dilakukan adalah manejemen APBD secara maksimal, tepat sasaran dan dengan akuntabilitas yang tinggi. Itulah tugas pemerintah. Bukan memberikan sedekah kepada rakyat. 

Pasangan nomor 2 juga menyebutkan satu hal, yang menurut saya sebagai diaspora Bulukumba tidak logis dan realistis. 

Disampaikan bahwa kalau terpilih mereka akan keluar negeri menyelesaikan permasalahan-permasalahan warga Bulukumba di luar negeri. 

Malaysia disebut-sebut banyak warga Bulukumba yang menjadi TKI/TKW yang illegal. 

Janji paslon nomor 2 untuk dapat melegalkan warga yang bekerja secara illegal di luar negeri, termasuk di Malysia, adalah janji yang tidak logis. 

Urusan legalitas di sebuah negara lain tidak bisa diintervensi bahkan oleh Presiden sekalipun. 

Sementara pasangan nomor 4 menjanjikan akan memberdayakan ekonomi masyarakat dengan memberikan gaji kepada mereka. 

Oleh calon Bupati Kacamatayya direspon bahwa gaji seorang Bupati itu hanya Rp6.000.000 (enam juta) dan Wakil Bupati Rp5.000.000 (lima juta). Apa yang akan dipakai untuk memberdayakan ekonomi dengan mengandalkan gaji itu? 

Kesimpulannya debat Kandidat Bupati dan Wakil Bupati telah berlangsung secara baik, lancar dan tertib. 

Secara substansi materi yang disampaikan juga telah mencakup banyak hal. Dan semua telah berusaha untuk tampil secara baik dan maksimal.

Hanya saja pada akhirnya pemilih dan warga memang harus menimbang-nimbang kelebihan dan/atau kekurangan dari masing-making kandidat. 

Karena tujuan dari debat ini adalah untuk 
mendapatkan penilaian warga, khususnya warga yang memiliki hak pilih. 

Walaupun pada akhirnya, seperti yang juga disampaikan oleh Tomy Satria Yulianto dalam bahasa Konjo, bahwa apapun perbedaan yang ada diantara kandidat dan pendukungnya masing-masing, pastinya semua memiliki semangat dan cita-cita yang sama. Yaitu demi mewujudkan Bulukumba yang maju, kuat, makmur, aman dan tentunya berkeadilan. Insya Allah! 

Putra Bulukumba di kota New York AS

Bagikan